Sebuah Jawaban…


Menarik…

Saya pernah mendengarkan sebuah cerita mengenai seorang dosen ekonomi syariah. Dosen ini menerangkan kepada mahasiswanya sebuah sistem ekonomi yang sangat menjanjikan dengan sangat detail dan rinci. Para pendengar pun takjub dengan apa yang disampaikan dosen ini dan menganggap bahwa sistem ekonomi syariah adalah sistem ekonomi yang sangat baik. Namun, keadaan ini dipatahkan begitu saja saat ada seorang mahasiswanya bertanya -menjelang akhir pertemuan- kepada dosen tersebut, apakah ada bukti nyata sebuah negara yang menerapkan sistem ekonomi syariah ini dan mampu membuktikan dengan kemajuan ekonominya??


Pertanyaan tersebut sangat menggoyahkan keyakinan sang dosen. Ia merasa apa yang ia sampaikan selama ini menjadi sangat hampa dan tidak ‘berisi’. Karena pada saat ia dengan semangatnya menjelaskan akan kelebihan sistem ekonomi syariah, pada kenyataannya ia tidak menemukan fakta dari apa yang ia sampaikan. Alhasil, pertanyaan dari sang mahasiswa menjadi ‘ganjalan’ bagi dosen dan mahasiswa lainnya.


Terlepas dari kebenaran cerita di atas, cerita tersebut menunjukkan pentingnya sebuah integritas. Yaitu keserasian antara apa yang kita bicarakan dengan apa yang kita lakukan, atau fakta di lapangan. Hal ini menjadi sangat penting karena akan sangat menentukan tingkat kepercayaan seseorang dengan sesuatu.


Menarik…


Kisah di atas -kurang lebih- terjadi pada diri saya siang tadi. Salah seorang teman saya bertanya kepada saya yang kurang lebih bunyinya: “beng (panggilan saya ‘obenk’), lo ngapain sih mau sibuk-sibuk kaya gitu???apa sih yang lo kejar???” (cat: teman saya itu tahu kalo saya aktif di berbagai kegiatan dan unit di kampus)


Pertanyaan tadi bener-bener jadi déjà vu buat saya. Saya merasa ada yang pernah menanyakan hal yang sama kepada diri saya, namun entah kapan saya pun lupa. Ya, saya sangat yakin saya pernah ditanya hal tersebut, OLEH DIRI SAYA SENDIRI. Parahnya lagi, saya lupa apa jawaban saya “saat itu”.


Kembali lagi, saat saya ditanya pertanyaan tersebut oleh teman saya, saya berpikir bahwa pertanyaan ini bukanlah pertanyaan main-main. Ini menyangkut “pertanyaan hidup”. Sebenarnya saya tahu apa yang harus saya jawab, namun entah kenapa saya bingung bagaimana harus menyampaikannya. Saya mencoba menjawabnya, namun dengan terlebih dahulu menganalisa kenapa teman saya tersebut menanyakan hal itu kepada saya (dan itu benar-benar bukan pekerjaan yang mudah).


Akhirnya, saya memilih untuk menjawabnya berdasarkan pengalaman saya semasa hidup di ‘kesibukan’ SMA dan hikmah yang saya ambil dari sana. Jawaban dari pertanyaan itu saya lontarkan sejak saya dan teman saya berangkat dari tempat kost saya (di Tubagus Ismail I) hingga akhirnya berpisah di daerah Simpang Dago. Kalo dipikir-pikir memang cukup lama untuk menjawab satu pertanyaan, namun saya melakukannya dengan harapan apa yang saya sampaikan benar-benar sesuai dengan apa yang saya lakukan dan apa yang teman saya butuhkan.


Namun, saat kami berpisah, saya merasa masih belum menjawab pertanyaan teman saya itu dengan baik. Saya sangat menyesal pertanyaan itu tidak dapat saya jawab dengan jawaban yang memuaskan (setidaknya itu yang saya rasakan, gak tau deh gimana tanggepan teman saya tersebut).


Setelah sedikit merenung mengenai hal ini, saya mencoba mengambil kesimpulan: mungkin apa yang terjadi tadi, saat saya tidak bisa menjawab pertanyaan teman saya itu dengan lancar, diakibatkan karena MUNGKIN saya sendiri BELUM MEMAHAMI SEPENUHNYA mengenai apa yang saya lakukan. Mungkin cerita mengenai INTEGRITAS di atas mirip dengan apa yang saya alami sekarang.


Menarik…


Kejadian tadi membuat saya merenung dan berfikir. Saya mengambil kesimpulan bahwa ilmu yang saya miliki masih TERAMAT SANGAT SEDIKIT SEKALI…dan saya pun menyadari SEMUA yang saya lakukan ini sebenarnya adalah proses PEMBELAJARAN untuk saya dalam memahami hakikat hidup…

Sekarang, setelah saya mengingat kembali pertanyaan teman saya itu…

“Kenapa saya mau sibuk-sibuk di aktivitas kampus??apa sebenarnya yang saya kejar???”


Kurang lebih saya akan menjawab:


Entahlah…
(ini mengindikasikan masih banyak yang belum saya mengerti namun akan saya coba untuk mengerti)


Saya hanya mencoba untuk dapat BERMANFAAT bagi sebanyak-banyaknya orang. Saya hanya berusaha untuk BELAJAR dan TERUS BELAJAR.

Saya ingin agar hidup saya memberikan DAMPAK YANG DALAM bagi orang-orang di sekitar saya…

Saya berharap agar LANGKAH-LANGKAH KECIL ini akan menjadi AWAL SUATU PERUBAHAN BESAR
bagi hari esok yang lebih baik…“for better tomorrow”


Dan yang pasti…saya sangat berharap agar…

“Every Step I Take, Will Take Me One Step Closer to Allah…”


Hadits (referensi saya):

“Sesungguhnya manusia yang paling baik adalah yang PALING BERMANFAAT bagi sesamanya”

“Sesungguhnya semua amalan itu bergantung pada NIAT-nya….”



special thanks for my friend…
makasih udah bikin diri ini merenung dan menyadari sesuatu…(cie…=9)

One thought on “Sebuah Jawaban…

  1. izzah pikir,pertanyaan ini cocok juga bwt izzah.
    gtw knp stiap baca apa yang temen2 SMA tulis kya dapet energi baru.

    antara seneng dan sedih.
    antara senyum dan air mata.

    seneng dan senyum karena ternyata temen2 izzah banyak yang mengalami perubahan positif yang begitu dahsyat

    kesedihan dan air mata karena kondisi izzah sekarang yang ga mengalami perubahan.

    terima kasih, teman.
    semoga allah melipatgandakan kebaikan yang dilakukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s