10 WASIAT HASAN AL-BANA (part 3)


8. Jauhilah menggunjing, melukai hati pihak-pihak lain, jangan berbicara kecuali dengan kebaikan

  • Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka, karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Hujurat: 12)
  • Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS. Al-Hujurat: 11)
  • Rasulullah saw. menganjurkan kita untuk menjauhi ghibah, dan memberikan pembelaan kepada yang digunjing, ketika seseorang menggunjingnya dan melecehkan harga diri orang tersebut.
  • Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang membela harga diri saudaranya, maka Allah akan menolak azab neraka dari dirinya pada hari kiamat.”
  • Namun, para ulama mengatakan, “Ada tiga hal yang tidak dianggap ghibah –maksudnya menggunjingnya tidak diharamkan- yaitu pemimpin yang zalim, orang yang membuat bid’ah dalam agama, dan para pendosa yang berbuat dosa dengan terang-terangan dan lainnya, yang dimaksudkan ada maksud baik dari ghibah tersebut.”

9. Berkenalanlah dengan siapa saja, yang engkau temui dari saudaramu, meski tidak diminta, karena azas dakwah kita adalah cinta dan saling mengenal

  • Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Al-Hujurat: 13)
  • Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS. Ali Imran: 103)
  • Allah berfirman, “KecintaanKu wajib bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, bagi orang-orang yang duduk di majelis karena Aku, bagi orang-orang yang saling mengunjungi karena Aku, dan bagi orang-orang yang saling berbagi karena Aku.”
  • Mereka yang saling mencintai karena Allah adalah orang-orang yang tidak mengharapkan balasan apa-apa dari sesame saudaranya. Mereka dilandasi oleh rasa persaudaraan yang murni dan jernih karena Allah, dalam cinta Allah dan dengan Allah.
  • Imam Ali ra. Berkata, “Sesungguhnya sudaramu yang jujur yang selalu bersamamu. Orang lain mendatangkan mudharat, teman sejati bisa member manfaat. Jika zaman telah rusak, teman setia bisa membela dan berlaku tegas. Jika tercerai berai, ia menghimpun semua yang terserak.”
  • Umar ra. Berkata, “Carilah teman yang jujur, kalian berlindung dalam perlindungannya, mereka adalah hiasan disaat bahagia, dan penolong saat ujian datang.”
  • Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang Allah kehendaki pada dirinya kebaikan, maka ia akan diberikan teman yang shalih. Jika ia lupa ia mengingatkannya, jika ia mengingatnya ia memberikan pertolongan.”

10. Kewajiban lebih banyak dari waktu yang tersedia, bantu orang lain agar ia bisa memanfaatkan waktunya. Jika engkau sedang bekerja, maka ringkaslah dalam mengerjakannya

  • Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu ; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat memajukannya
  • Rasulullah saw. bersabda, “Orang berakal adalah mereka yang menjaga dirinya dari bekerja untuk kehidupan setelah mati. Sebaliknya orang yang dungu adalah mereka yang mengikuti hawa nafsunya dan memiliki angan-angan yang tinggi.”
  • Seorang penyair berkata, “Jika engkau tidak menanam, dan engkau melihat orang lain panen, maka engkau akan menyesali kelalaianmu ketika masa tanam.”
  • Rasulullah saw. berkata, “Jika engaku melihat seseorang tenggelam dalam mengefektifkan waktunya, maka jangan engkau mengganggunya dalam keasyikannya bekerja, namun jika engkau mempunyai hajat kepada orang tersebut, maka berusahalan menyelesaikannya dalam waktu yang sangat singkat, karena yang lebih dari hajatmu itu bukan milikmu, maka janganlah engkau merusaknya, jika engkau melampaui batas, maka engkau tercela.”

One thought on “10 WASIAT HASAN AL-BANA (part 3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s