POTENSI dan KONTRIBUSI


“Lakukan segala apa yang mampu kalian amalkan. Sesungguhnya Allah tidak jemu sampai kalian sendiri merasa jemu.” (HR. Al Bukhari)

Seringkali ketidakmampuan diri kita menjadi alasan bagi ketidakmauan diri, dalam menunjukkan kebenaran dan eksistensinya. Sebenarnya kita pasti tidak akan pernah puas, kita tidak akan pernah merasa bisa, sebelum kita yakin dan mau mencoba. Karena sesungguhnya Allah tidak melahirkan kita ke bumi-Nya dengan maksud yang sia-sia atau tanpa tujuan. Ada beban dan amanat yang dipikulkan kepada kita, dimana seluruh peserta alam raya, langit, bumi, dan gunung-gunung mundur teratur merasa tak mampu memikulnya. Ya, kita diutus untuk beribadah kepada-Nya, menjadi khalifah di bumi, yang membawa agama Allah, menegakkan syariat-Nya, dan membawa kebaikan juga perbaikan.

“Dan tiadalah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan untuk beribadah kepadaKu. Aku tak menghendaki rizqi sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberiKu makan.” (Adz Dzaariyat: 56-57)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS. Al-Anfaal: 27)

Lalu apa makna ibadah itu sendiri? Nah, sesungguhnya kata ‘ibadah’ berasal dari bahasa Arab, dan tentu berasal dari apa yang diperintahkan Allah di dalam Al-Quran. Maka, definisinya harus dikembalikan kepada Al-Quran. Menurut Al-Quran, ibadah adalah segala aktivitas yang ditujukan untuk mencari keridhaan Allah dan dilaksanakan sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh Rasulullah. Dan…, ibadah yang tertinggi menurut islam adalah menegakkan syariat Allah di muka bumi.

Sesungguhnya sadarkah kita bahwa setiap individu dari kita dilahirkan dengan keunikan tersendiri? Dengan potensi yang sangat dahsyat nan spesifik? Ada dari kita yang memiliki potensi dalam bidang olahraga, tidak sedikit dari kita yang tertarik dalam perniagaan dan kewirausahaan, namun banyak pula yang berpotensi sebagai akademisi, dan banyak lagi hal lainnya. Sekali lagi, minta, bakat, dan potensi setiap individu pada dasarnya sangat unik dan spesifik.

Tengoklah ke belakang. Investasi ‘Utsman telah memakmurkan seluruh Madinah. Entrepreneurship ‘Abdurrahman ibn ‘Auf telah membangun keseimbangan pasar yang sebelumnya dikungkung hegemoni Yahudi. Keuletan petani seperti Abu Thalhah telah menjamin ketahanan pangan Madinah. Kemahiran Asy Syifa’ binti ‘Abdillah telah menjaga kesehatan penduduk Madinah. Administrasi ala ‘Umar ibn Al Khathtab membuat negerinya sentausa. Kejelian akunting Abu ‘Ubaidah telah menjaminkan keadilan dan pemerataan ekonomi masyarakat. Keliahaian perang Khalid telah membuka wilayah-wilayah baru. Kecerdikan diplomasi ‘Amr ibn Al ‘Ash telah menaklukkan banyak tanah tanpa pertumpahan darah.

Sadarkah kita,,,

mengapa seorang ‘Umar ibn Al Khathtab yang memiliki keahlian berperang, memenuhi kriteria dan kapasitas sebagai komandan perang tidak pernah diamanahkan oleh Rasulullah saw. untuk itu? Ya, itu karena Rasulullah saw. mengetahui bahwa ‘Umar memiliki kapasitas yang lebih dari seorang komandan perang. Ia mampu menjadi khalifah, dan terbukti dalam masa kekhalifahannya, ia mampu mendatangkan kesejahteraan bagi rakyatnya. Lalu bagaimana dengan kita? Apakah kita telah menyadari potensi diri kita? Ataukah kita masih bersikap ‘sok perfeksionis’? “Saya masih terlalu sedikit ilmunya, saya tidak mampu berdakwah”. Ah, alasan itu… cobalah cermati ayat ini:

“Hai orang yang berkemul , bangunlah, lalu berilah peringatan! dan Tuhanmu agungkanlah! dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi dengan maksud memperoleh yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.” (QS. Al-Mudatstsir: 1-7)

Maka saat ini, sadarilah potensi kita, kembangkan, serta optimalkan, lalu lemparkanlah diri kita ke lahan-lahan dakwah, sebagai langkah membangun peradaban. Jadilah kita penerus kejeniusan entrepreneurship ‘Utsman dengan membangun usaha atau bisnis islami, yang nantinya mampu menyuplai kebutuhan dakwah. Menghidupkan pola usaha syariah. Ya, saat ini bukan zamannya lagi dakwah kita terkungkung oleh keterbatasan dana. Kita harus mencoba berpikir ‘out of the box’. Keluarlah dari rutinitas dan tradisi yang konvensional. Kita membutuhkan pembaharuan pola kerja dan pola pikir.

Jika bukan itu potensi kita, mungkin kitalah seorang peneliti atau akademisi muslim. Maka optimalkanlah potensi itu. Jadilah pembesar-pembesar ilmuwan muslim saat ini. Teruskan estafet sejarah seorang Ibnu Sina yang ahli dalam bidang kedokteran. Atau keahlian matematika dari seorang Al-Khawarizmi. Maka nama islam akan kembali harum dengan torehan prestasi dan guratan sejarah para ilmuwan muslim abad ini.

Bisa jadi itu pun bukan potensi terbesar kita. Maka mungkin potensi terbesar kita adalah sebagai pemimpin negara. Keahlian para sahabat. Mungkin kita adalah penerus tongkat estafet keterampilan Khalid dalam menyusun strategi, ditambah lagi dengan kerelaan hati seorang khalifah ‘Umar untuk mengangkut makanan kepada seorang nenek tua di malam hari yang gelap.

Apapun potensi dirimu, segeralah sadari, dan bangunlah langkah kontribusi. Karena umat ini tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Kejayaan islam pasti akan datang. Harapan itu masih ada…dan akan tetap ada…

Ya Allah… sesungguhnya Engkaulah yang maha mengetahui isi hati-hati kami, yang bahkan kami sendiri tidak mengetahui. Tuntunlah kami ya Rabb. Berilah kami petunjuk. Anugerahkan kami kekuatan untuk dapat berjihad di jalan-Mu. Untuk menegakkan syariat dan agama-Mu. Luruskan niat kami ya Rabb. Ikhlaskan hati kami. Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan penolong.

Referensi (sekedar referensi loh…): Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim (Salim A Fillah)

One thought on “POTENSI dan KONTRIBUSI

  1. postingan yang sangat bermanfaat….. Menggali potensi diri memang kiat sukses dalam hidup.. Tapi bisakah mengetahui potensi yang tersimpan dalam diri kita..?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s