19 Tahun


Bandung, 10 Agustus 2008

Alhamdulillah… Segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat umur panjang. Nikmat iman dan islam yang masih Allah berikan kepada hambaNya yang dhaif ini. Nikmat penglihatan, hingga sampai saat ini saya masih diberikan kesempatan untuk membaca dan melantunkan ayat Al-Quran serta menikmati keindahan ayat-ayat ciptaanNya di dunia. Nikmat pendengaran, yang tanpanya, mungkin hanya sebuah mimpi untuk dapat mendengarkan lantunan ayat-ayat Ilahi penyejuk hati. Begitu banyak nikmatMu ya Rabb, tapi tetap saja masih sulit bagi hamba untuk mensyukurinya.

Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah saw. Sebaik-baik teladan dan panutan. Sebaik-baik manusia yang pernah terlahir di muka bumi. Sang pengemban risalah suci, yang oleh peluh keringatnya, tetes air matanya, dan cucuran darahnya, banyak manusia yang tercerahkan oleh hidayah, hingga saat ini. Yang hanya dengan membaca sirahmu mampu meluluhkan hati, membuat air mata menetes, dan mengagumimu dengan sangat.

Hari ini, Ahad, 10 Agustus 1989, usia saya genap 19 tahun. Dari segi usia, memang bertambah. Namun dari segi umur, tentu saja berkurang. Karena kehidupan adalah perjalanan waktu. Ibarat jam pasir, hanya tinggal menunggu habis pasirnya saja, itulah waktu hidup kita. Sayangnya, kita tidak tahu berapa ‘tabungan’ pasir kita. Hingga di setiap waktu, kita harus mempersiapkan diri untuk meninggalkan dunia yang fana ini, menuju kehidupan akhirat yang kekal.

19 tahun. Tidak terasa, sudah lama ya saya hidup di dunia. Kalo mau flashback, rasanya belum banyak yang telah saya kerjakan. Amal masih sedikit. Ilmu juga sangat minim. Malah banyak dosa dan kemaksiatan yang telah dilakukan. Astaghfirullah…

19 tahun. Selama ini, saya tidak pernah begitu men-‘sakral’-kan ulang tahun. Saya lebih terbiasa melewatinya sebagai hari yang biasa saja, walaupun ada hal-hal tak biasa yang biasa terjadi. Surprise kue ulang tahun, ditamparin ama orang-orang, banyak SMS masuk tengah malem, dan lain sebagainya. Hal-hal tidak biasa yang seringkali menyertai tanggal ini.

Namun kali ini rasanya lain. Ingin sekali rasanya momen ini menjadi momen untuk perbaikan dan perubahan diri. Rasanya sudah cukup diri ini dengan segala dosa dan kemaksiatannya. Rasanya waktuku di dunia tidak akan lama lagi. Masih banyak hal yang harus kuraih. Itulah mengapa rasanya momen 19 tahun ini menjadi begitu penting.

Harapan telah terpatri. Diri telah mengikrarkan janji. Tekad bulat dalam sanubari. Untuk berjuang meraih ridha Ilahi.

Ya Rabb… Berikanlah hamba kekuatan untuk dapat bertaubat dengan taubatan nasuha. Berikanlah hamba kekuatan untuk dapat menjadi lebih baik. Berikanlah hamba kekuatan untuk dapat istiqomah mengusahakan apa yang telah dijanjikan. Amin

KEJUTAN DI MALAM HARI

21:40 WIB

Bandung, 10 Agustus 2008

Lagi makan, sambil nonton tv di kamar kosan…

Alhamdulillah makanannya abis juga, kenapa ya satu porsi makanan Padang kok rasanya banyak banget, ampe kenyang bener. Tapi akhirnya dengan keinginan untuk gemuk dan ditambah lagi dengan mengingat duit yang udah dikeluarin untuk beli makanannya, akhirnya bisa abis juga. Setelah itu, saya keluar kamar untuk cuci tangan. Pas balik ke kamar, saya ngeliat sesosok, eh, bukan sesosok deng, ini kan benda, apa ya?saya ngeliat seonggok (masih gak enak juga sih,,,tapi biarin ah) kotak di depan kamar saya. Yang terlintas di benak saya pertama kali:

1. Merasa bodoh! kok bisa-bisanya ya gak ngeliat kotak segede gitu pas keluar kamar. Baru nyadar pas balik ke kamar…ckckck. Tapi perasaan yang ini segera hilang, karena ada perasaan lain yang berkecamuk, yaitu:

2. Kotak ini berisi BOM!!! (lebay, sebenernya pas saya liat ada nama saya di kotak, udah nyadar sih kalo itu tuh kado…tapi…dari siapa???kapan ditaronya???berasal dari planet apa???masih aja lebay)

3. Insting ‘Shinichi Kudo’ saya pun timbul, dengan cekatan saya melihat ke kanan dan ke kiri, kaya orang mau nyebrang jalan. Tapi tidak ada siapapun yang saya lihat, hanya dua buah kursi dan jemuran yang membisu tidak mampu memberi tahu apa-apa (ya eyalah!)

Akhirnya saya memutuskan untuk melihat isi kotak itu, dan ternyata benar itu sebuah bingkisan kado ulang tahun alias milad. Isinya ada sebuah baju kemeja (tau aja kalo saya selalu pake kemeja yang itu-itu aja…tapi…kenapa cuma ngasih satu???padahal 7 aja, biar bisa ganti-ganti tiap hari…hehe) dan beberapa ucapan milad yang ditulis lalu dirangkai menjadi seperti calendar. Yang terakhir ini nih yang bikin penasaran, masalahnya kagak ada nama pengirimnya coba!!!

Setelah saya membuka isi kado, saya berharap sang pemberi masih ada di sekitar ‘TKP’. Saya pun beranjak ke luar kos, tapi nihil, sang pelaku telah ‘melarikan diri’. Bukti dan saksi pun tidak ada. Akhirnya saya menyerah.

Anyway, baru pertama kali saya dapet hadiah dengan metode kaya gini. Salut buat kamu atau kalian yang melakukannya. Siapapun kamu/kalian, saya cuma pengen ketemu dan bilang langsung: syukron. Atau, jikalau saya tidak akan pernah tau, semoga kamu/kalian baca tulisan ini dan tau betapa saya berterima kasih (lebay…hehe)

Syukron jazakumullah khairan katsiran. Bagiku, kalian lebih dari sekedar teman, tidak cukup disebut sahabat, bermakna lebih dari saudara…karena kalian adalah keluarga. Semoga ukhuwah ini dapat membuat kita bertahan dan pada akhirnya mempertemukan kita di surga-Nya. Still,,,you all are the best!!!

LAGI-LAGI KEJUTAN…

00:53 WIB

Bandung, 12 Agustus 2008

Alhamdulillah, akhirnya sampe juga ke kosan… Gak kerasa waktu udah nunjuk lewat tengah malem lagi, seharian di luar kosan rasanya melelahkan juga. Besok harus beraktivitas lagi pagi-pagi. Cape deh… Tapi biarlah lelah ini ada dan akan terus ada selama umur masih diamanahkanNya.

Tapi lagi-lagi pas masuk kamar ada ‘seonggok’ kotak yang tergeletak di meja belajar saya (walaupun sebenernya meja ini jarang banget dipake buat belajar, mungkin lebih cocok kalo tempat tidur saya yang dibilang ‘kasur belajar’…hehe). Yap, kotak itu tidak lain dan tidak bukan adalah kado milad dari salah satu sahabat saya yang satu kosan dengan saya, namanya Indra Arif Widodo alias Dodo. Isinya adalah sebuah buku yang bener-bener pengen saya baca dan beli, cuma belum kesampean juga ampe sekarang. Judulnya: ‘Laskar Pelangi’. Hehe… pas banget lah pokoknya. Syukron banget ya do!!! Jadi gak enak waktu itu gw gak ngasih apa-apa pas milad lw, abis pas ngajak patungan si dipce, dianya kagak mau sih (nyalahin orang deh…hehe).

Buat temen-temen yang laen, ada yang mau nyusul ngasih kado lagi???ditunggu looo…=9

Saat ini, spesial kulantunkan doa rabitoh untuk kalian semua sahabat lingker, sahabat nasyid-yang agak madesu, sahabat maen, sobat seperjuangan, dan semuanya deh… Semoga Allah berkenan mendengarkan doa ini dan mengabulkannya…

Ya Allah, sesungguhnya, Engkau mengetahui bahwa hati kami ini telah berkumpul karena cinta kepada-Mu, bertemu karena taat kepada-Mu, bersatu karena dakwah-Mu, dan saling mengikat janji untuk membela syari’at-Mu.

Karena itu, kuatkanlah ikatan kesatuannya, kekalkanlah kecintaannya, tunjukilah jalannya, penuhilah ia dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup. Lapangkanlah dadanya dengan pancaran iman kepada-Mu dan tawakal yang baik kepada-Mu. Hidupkanlah ia dengan mengenal-Mu dan matikanlah dengan meraih syahadah (mati sebagai syahid) di jalan-Mu.

Sesungguhnya, Engkau adalah sebaik-baik Pelindung dan Penolong. Ya Allah, kabulkanlah permohonan kami. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Muhammad saw., juga segenap keluarga dan sahabatnya.

Untuk semua sahabat, saudara, dan keluarga, semoga ukhuwah ini terus terjalin dan semakin erat. Syukron jazakumullah khairan katsiran telah menjadi bagian terbaik selama 19 tahun masa hidup saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s