forum silaturahim dkm07


Mimpiku (yang ingin kubagi denganmu)

Saudaraku, aku punya rindu yang harus kubagi denganmu.

Ku rindu wajah-wajah yang tak pernah mengeluh tentang taqdir yang menimpanya. Mereka telah mencukupkan akhir malam sebagai waktu pengaduan. Saat mereka berdiri, ruku’, dan sujud dalam tangis rindunya. Manis nian wajah-wajah itu dengan senyuman mendoakanku, “Assalammu’alaikum…”

Ku rindu wajah-wajah yang tak pernah mengajak menggunjing, memfitnah, dan sibuk dengan aib orang. Betapa ingin diri ini disambut di majelis mereka, dengan ucapan, “Akhi/ukhti…ta’ala nu’minu saa’ah…saudaraku, mari sejenak kita beriman!” dan aku diterbangkan ke tempat yang dinaungi sayap malaikat.

Ku rindu wajah-wajah yang tidak pernah lelah mengajakku, memberikan percikan semangat padaku. Yang selalu berharap agar aku selalu istiqomah, bersama mereka dalam jalan dakwah, jalan terbaik dan terindah. Yang mambuat tidurku di akhir malam terbangun oleh deringan tahajjud call. Yang tausiyah tak terduga senantiasa teriring dalam pesan-pesan singkat layar selular. Betapa aku rindu keberadaan mereka.

Ku rindu wajah-wajah yang dengan lembut senantiasa mengingatkanku saat khilaf. Kelembutan yang berasal dari ketulusan hati. Ketulusan yang didasari oleh rasa cinta pada Ilahi. Bahkan jika perlu, semoga ada wajah-wajah yang bersikap tegas dan keras dibalik ketulusannya, sebagai bentuk usaha terakhir mencegah saudaranya jatuh ke dalam jurang kemaksiatan dan dosa.

Itulah dia, wajah-wajah keimanan. Yang digambarkan Rasulullah, yang satu menjadi cermin yang lain. Ada inspirasi amal shalih saat memandangnya, ada ide cemerlang dan energi isi ulang melihat keteduhannya…subhanallah. Betapa ku merindu wajah-wajah keimanan. Wajah-wajah itu, adalah wajah-wajahmu, saudaraku. Insya Allah…

Saudaraku, aku punya mimpi yang harus kubagi denganmu.

Adakah kita rindu pada komunitas imani? komunitas yang membuat kita selalu ingin berada di tengah mereka. Komunitas yang membuat kita merasa aman dari lisan dan tangan mereka. Komunitas yang menjaga dan senantiasa terjaga. Komunitas yang senantiasa menyambung silaturrahimnya di dalam rumah Allah melalui jama’ah shalat dan majelis ilmu. Tumit-tumitnya merapat, pundak-pundaknya luwes saling bersentuh, barisannya lurus, dan takbirnya serempak menggemakan kebesaran Allah. Komunitas yang rumpiannya rumpian iman, arisannya majelis dzikir, malam keakrabannya adalah mabit, dan kerja samanya jihad fi sabilillah… Komunitas yang terbingkai dalam indahnya tarbiyah

Betapa kita rindu pada masyarakat pembelajar, yang menjadikan aktivitasnya sebagai rangkaian jihad. Cita-citanya tulus dan niatnya lurus. Goretan tintanya penuh makna, haus akan ilmu dan kebenaran. Mereka yang tercerahkan dan mencerahkan. Sikapnya menjadi teladan. Kata-katanya terangkai indah dan menggugah keimanan. Sekali lagi…mereka pun terangkum dalam ukhuwah tarbiyah

Saudaraku, adakah rindu kita di lembah hijau yang sama? adakah apa yang pernah kita lalui bersama di SMA menumbuhkan kembali rasa rindu itu? adakah kita merindui aktivitas dan kesibukan kita saat itu? adakah rumah Allah itu adalah masjid Ar-Rahmah kita? Adakah…?

Kerinduan menjadi energi besar bagi nurani yang menginginkan perubahan. Makna agung kerinduan begitu berarti bagi orang-orang pilihan. Kerinduan, ya…kerinduan. Kerinduan menjadi nikmat yang menyambung asa harapan orang-orang beriman. Cita-cita besar para mujahid selalu berangkat dari terminal kerinduan dan kecintaan pada Rabbnya.

Saudaraku, ukhuwah ini terlalu mahal untuk dilepaskan dan terlalu berharga untuk diabaikan. Ukhuwah ini tidak tergantikan. Biarlah rasa ini sedikit terangkum dalam syair:

Ukhuwah isn’t what you get, but what you give

Not how you listen, but how you understand

Not how you let go, but how you hold on

Not ends, but forever

Tetaplah di sini saudaraku. Istiqomah dalam tarbiyah dan dakwah. Biarkanlah Allah yang menyatukan hati-hati kita dalam taat kepada-Nya. Biarkanlah Allah yang menumbuhkan rasa cinta dan rindu dalam kebersamaan dakwah ini.

“dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman)…” (QS. Al-Anfal:63)

Tetaplah di sini saudaraku. Karena kita pernah bersama. Dan semoga, kebersamaan ini akan kekal hingga kita berada di jannah-Nya.

Saudaraku, maaf aku membagi mimpi ini kepadamu. Karena aku ingin. Terlebih lagi, aku berharap ini bukan hanya mimpiku. Tapi, mimpi kita.

Ya Allah, sesungguhnya, Engkau mengetahui bahwa hati kami ini telah berkumpul karena cinta kepada-Mu, bertemu karena taat kepada-Mu, bersatu karena dakwah-Mu, dan saling mengikat janji untuk membela syari’at-Mu.

Karena itu, kuatkanlah ikatan kesatuannya, kekalkanlah kecintaannya, tunjukilah jalannya, penuhilah ia dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup. Lapangkanlah dadanya dengan pancaran iman kepada-Mu dan keindahan tawakal kepada-Mu. Hidupkanlah ia dengan mengenal-Mu dan matikanlah dengan meraih syahadah (mati sebagai syahid) di jalan-Mu.

Sesungguhnya, Engkau adalah sebaik-baik Pelindung dan Penolong. Ya Allah, kabulkanlah permohonan kami. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Muhammad saw., juga segenap keluarga dan sahabatnya.

Wallahu a’lam bishshawwab

Bogor. Ahad, 5 oktober @ forum silaturahim dkm07

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s