HAKIKAT UKHUWAH…


Dalam suatu percakapan YM, berawal tentang pertanyaan bagaimana ukhuwah di SMA:

(dengan sedikit penyesuaian redaksi)


A: ehm,, sy crta dikit y..

A: sy waktu sma bukan anak rohis

A: umm,, daftar dkm sih, tapi ga aktif

A: bisa dibilang nyampah doang

A: hehe

A: saya aktif di MPK sama pramuka

A: di akhir kelas 3 baru deh dipercaya untuk megang ketua acara gede di rohis waktu itu

A: acara itu berkesan banget, bukan buat saya aja,tapi almost semua

A: walo saya bukan anak yang aktif di rohis, saya selalu ngerasa nyaman pas ikut acara rohis

S: *wow! acara apa itu?tapi silakan lanjutkan cerita antum dulu,,*

A: wlo cuma nyampah

A: mabit cuma ngincer kongkow2+maen bolanya doang

A: talim cuma ngincer makanannya

A: maennya

A: ya gitulah..

A: dan -saya mendapatkan sesuatu-, yang saya pikir sampe sekarang -masih saya yakini-,,

A: walo jalan ini berat

A: dan mungkin amat berat

A: itu akan menjadi -lebih- mudah dan ringan saat ukhuwah itu ada

A: kayanya itu yang belom terlalu keliatan di ‘kader’ ITB

A: makanya seolah semuanya berat

A: semuanya beban sendiri


S: *betapa menyedihkan ya,, da’wah di ITB ini,,saya baru sadar,,*

S: *beban sendiri, emg itu yg sy rasakan, tapi manisnya ukhuwah yg saya rasa adalah ketika sy mengkader dan memberi pd adik2 disitulah ukhuwah,,*

S: *sy merasakan ukhuwah meski memang tkadang sy gawe sendiri*

S: “Seseorang juga bilang klo qta tuh kerjasama bukan sama-sama kerja, jd msg2 bagian meski sendiri tp spt satu tubuh yg slg menguatkan*

S: *Seseorang pernah bilang “bagaimana mungkin seseorang merasa sendirian jika begitu banyak yg dia kerjakan utk org lain”*

S: A, silakan teruskan ur talk,,


A: umm… uda sih…

A: poinnya adalah nyaman..

A: waktu sma juga bukan berarti kita selalu ngerjain segalanya bareng2

A: tetep aja yang nyampah mah pasti ada

A: tapi walo cuma nyampah,,, keberadaannya uda bikin nyaman

A: ga penting ikut bantu ato engga

A: tapi bikin nyaman…

A: ini masalh hati.. bukan kontribusi…

A: kalo skrg,,, sering banget denger “antum dimana akh/ukh?”

A: blablabla..

A: scara ga sadar sbenernya kita membuat diri kita berat sendiri -saat ngomong gitu-..

A: dan membuat yang dapet kata2 itu juga ngerasa berat..


A: hm,, gmn y..

A: kalo kata kak xxxx, kekuatan seorang kader ada 2

A: internal dan eksternal

A: internal=kekuatan ruhiyah

A: eksternal=ukhuwah

A: saya sendiri percaya, 2 kekuatan itu harus kita punya

A: tentu aja kekuatan internal harus kuat

A: tapi bukan berarti dengan kuatnya itu mampu mengeliminasi kekuatan eksternal

A: kalo boleh nambahin, kekuatan adk dalam jamaah ada satu lagi

A: selain internal, eksternal

A: ada manajerial -bisa jadi subbagiannya eksternal sih-

A: ini masalah koordinasi dan komunikasi

A: kadang kita repot membangun kekuatan manajerial kita

A: membuat sistem koordinasi, kontrolling, dsb

A: tapi kita melupakan sisi satunya

A: ini bukan masalah visi, bukan masalah strategi

A: ini masalah HATI

A: gitu kira2…

A: kan hati kita yang menggerakkan.. 

A: dan hati cuma bisa disentuh dengan hati


A: *konfrontasi antara si internal-kuat dengan internal-sedang menimbulkan ketidak cocokan pandangan mengenai sebuah amanah

A: dan saya ngeliat ada kecenderungan ada penggeneralisiran semua kader pada tahapan internal-kuat

A: makanya “tekanan2” tertentu kadang kurang cocok -kan pendkatan yang dilakukan harus sesuai dengan ‘kadar’ objeknya, begitulah…-

 

hmm…

setelah membaca ulang percakapan di atas,, saya jadi mikir lagi tentang makna dan hakikat ukhuwah itu sendiri.. Tidak lama setelah saat itu, saya pun ‘kebetulan’ (karena saya yakin ini merupakan skenario Allah yang sangat hebat) mendapatkan materi tentang ‘UKHUWAH’ saat mentoring. Subhanallah..

Kalau ngeliat lagi percakapan di atas, kita mungkin bisa sedikit mensimplifikasi pembagian kekuatan kader dakwah ke dalam 2 bagian, yaitu internal dan eksternal. Dimana kekuatan internal adalah kekuatan ruhiyah dan kedekatan individu tersebut pada Allah. Sedangkan kekuatan eksternal terdapat pada kekuatan ukhuwah dan manajerial dalam berjamaah. Kedua kekuatan itu haruslah dapat dipenuhi sesuai porsinya masing-masing, bukan malah saling mengeliminasi.

“Kita harus membuat barisan kita kuat, kokoh, dan solid!!”. Itulah kira-kira yang seringkali disampaikan dalam berbagai pelatihan dan training motivasi. Lalu saya berpikir, apa sih sebenarnya solid itu?? apakah solid itu adalah selalu mengerjakan segalanya bersama-sama? rasanya tidak begitu. apakah solid itu adalah saat hubungan antar anggotanya sangat kuat? ah, rasanya belum juga cukup. lalu apa sih solid itu??

Yah, mungkin terlalu subjektif pandangan saya mengenai ini. Namun saya percaya indikator solid bukan hanya terdapat pada ukhuwah. bukan. tapi juga bukan sebatas kehebatan sistem koordinasi. karena itu saja sangat tidak cukup. dan juga bukan hanya ditentukan oleh kesamaan tujuan dalam bergerak. sekali lagi, itu saja tidak cukup. 

Bagi saya, solid bukan hanya masalah visi. solid bukan hanya masalah strategi. pun, solid bukan hanya masalah hati. solid adalah gabungan antara itu semua. SOLIDITAS sebuah tim hanya dapat terbangun apabila ada 3 unsur yang terpenuhi di dalamnya, yaitu: ukhuwah, sistem koordinasi, dan kesamaan visi/ orientasi. Maka sekali lagi, ketiga hal itu sebenarnya adalah permasalahan HATI, STRATEGI, dan VISI. Tiga komponen yang membangun kebersamaan berbasiskan kesatuan tujuan. membangun kesamaan sepenanggungan melalui pembagian peran yang tepat. Dan komponen yang memberikan kenyamanan dikarenakan adanya ikatan hati.

Lalu bagaimana sebenarnya hakikat ukhuwah itu???

Sejak dulu, kita selalu diajarkan mengenai tahapan ukhuwah islamiyah, yaitu: taaruf, tafahum, takaful, dan …. (saya lupa,,hehe). Konsep itu adalah tepat jika diterapkan dalam tahap aplikasi. Namun, konsep tersebut belum mampu menyentuh tataran-tataran makna terdalam atau ‘ruh’ dari ukhuwah itu sendiri. Jadi apa sebenarnya ruh dari ukhuwah itu sendiri? yang dapat membuat seorang sahabat Rasul menempelkan pipinya di tanah dan meminta sahabat lainnya untuk menginjak kepalanya karena ia merasa telah zalim kepada sahabatnya itu. yang dapat membuat seorang sahabat anshar menawarkan setengah hartanya dan satu dari dua istrinya untuk diberikan kepada saudaranya kaum muhajirin. Subhanallah,, betapa besar kekuatan ukhuwah dalam islam. Maka sangat penting bagi kita untuk melihat ke dalam isi dan hakikat dari ukhuwah itu sendiri. Jangan sampai kita hanya berputar-putar di tataran ‘kulit’ nya saja. 

Rahasia ukhuwah pada hakikatnya adalah terdapat pada HATI: yang bersih, bening, dan selamat. Hati seperti ini akan melahirkan kemuliaan akhlak, yang dapat menyemai dan menumbuhkan pohon-pohon keterikatan hati yang berpadu dalam hutan ukhuwah. Maka jangan heran jika ukhuwah tidak akan pernah muncul pada dua pihak yang saling mendengki, saling iri, saling menjatuhkan, dsb. Ukhuwah itu hanya akan tumbuh dari hati yang bersih, bening, dan selamat. Hati yang melahirkan akhlak mulia. Hati yang penuh dengan cinta. Hati, yang dapat menyentuh hati.

Subhanallah. sekarang saatnya bagi kita merefleksikan diri kita, hati kita. Sudah sebening apa hati kita sehingga membuat kita mampu memahami saudara kita? sudah sebersih apa hati kita hingga kita mampu menjauhkan diri sejauh-jauhnya dari sikap iri, dengki, dan lain sebagainya terhadap saudara kita. karena hati kitalah yang menentukan tumbuhnya ukhuwah.

Kita tidak bisa memaksakan cinta. maka berikanlah cinta untuk mendapatkannya.

namun pekerjaan mencintai bukan perkara mudah. mencintai adalah pekerjaan yang berat, yang hanya dapat dilakukan oleh orang yang memiliki hati yang bersih, bening, dan selamat. yang dipenuhi dengan cinta. yang diterangi oleh cahaya Allah.

Semoga kita pemilik hati itu…

 

wallahua ‘alam

3 thoughts on “HAKIKAT UKHUWAH…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s