Laskar Pelangi


liburan akhir tahun ini, salah satu kesibukanku -dan mungkin beberapa saudaraku yang lain- adalah menyelesaikan tugas baca buku. tugas ini merupakan tugas bersama dalam mengisi liburan. karena aku merupakan salah satu inisiator dari tugas ini, berat sekali rasanya untuk tidak mengindahkannya, seberapapun rasa malas begitu dominan (maklum, kalo libur gini bawaannya ngantuk terus.. hehe..).

aku sendiri mendapat tugas untuk membaca buku ‘Maryamah Karpov’ dari Andrea Hirata. Namun, karena aku tidak memiliki buku tersebut dan ditambah dengan beberapa pertimbangan lainnya, aku mengalihkan tugasku pada buku ‘Laskar Pelangi’. Sejak dulu aku memang sangat ingin membacanya, namun tidak jua terealisasi. untungnya ada tugas ini, yang “memaksa” ku untuk benar-benar membacanya.

***

hanya dalam beberapa saat aku membacanya saja, aku sudah terkagum-kagum dengan buku ini. kekagumanku yang pertama kali adalah bagaimana sang penulis -Andrea Hirata- mampu mendeskripsikan segala sesuatunya dengan sangat detail. ia benar-benar menunjukkan bahwa pengetahuannya sangat luas dan dalam, terutama dalam ilmu biologi dan sejarah dimana ia seringkali menggunakan istilah-istilah latin dan ilmiah lainnya.

gaya bahasa sastra yang indah semakin memperkuat kesan dalam membaca buku ini. aku dibuat iri oleh kelihaian tangan penulis dalam menuangkan isi kepalanya ke dalam rangkaian kata-kata indah nan berseni.

namun, satu hal yang paling membuatku terkesan dari awal membaca buku ini adalah: bagaimana Andrea memandang hidupnya. dari kata-katanya, ia seperti seorang perenung, pengamat, pemerhati, dan lebih dari itu: penikmat kehidupan.

aku selalu kagum dengan orang-orang seperti ini. mereka seperti mampu melihat segala sesuatunya lebih dalam serta ikut menjalani kehidupannya dengan hati. imajinasiku membanyangkan, dalam momen-momen tertentu, pastinya orang-orang penikmat hidup ini menjalankan hidupnya dengan mode slow motion. dan dengan itu, mereka dapat memerhatikan detail kehidupan. mampu menikmati setiap sendi dan dimensi keindahan. bahkan mengingat serta menatanya dengan rapi dalam memori lobus temporal otaknya. tidak berhenti di situ, mereka juga lihai dalam menuangkannya ke dalam rangkaian mutiara kata yang indah. subhanallah…

inilah kesan terkuat yang membuatku ingin meneruskan bacaanku hingga akhir. aku tidak menganggap buku ini sebagai tekanan kewajiban. namun aku telah menikmatinya, dan bertekad mengambil hikmah sebanyak-banyaknya dari buku ‘Laskar Pelangi’.

 

bersambung

One thought on “Laskar Pelangi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s