[GAMAIS 2010] Sektor Ekonomi : Menuju GAMAIS ITB Mandiri Finansial


Salah satu permasalahan utama yang pernah saya rasakan jika menjalankan kepanitiaan di GAMAIS antara lain adalah masalah dana. Keterbatasan dana tidak pelak dapat menjadi satu batu sandungan bagi keberjalanan program dakwah. Oleh karenanya, peran sektor ekonomi menjadi sangat penting dalam menunjang keberjalanan operasional organisasi GAMAIS ITB.

Mandiri financial 2010 dan Pelayan Ekonomi Ummat 2013. Hal tersebut merupakan visi dari sektor ekonomi yang tertuang di blueprint GAMAIS ITB. Untuk itu, saya bertekad agar GAMAIS ITB 2010 di akhir tahun kepengurusannya benar-benar mampu mewujudkan mimpi tersebut: menjadi lembaga dakwah kampus mandiri financial.

Untuk mencapai itu, secara struktur saya menambahkan satu tim AdHoc yaitu “Tim Proyek Ekonomi”. Tim ini bertujuan untuk melakukan usaha pembangunan asset usaha milik GAMAIS ITB yang bersifat stabil dan kontinyu dalam memberikan pemasukan untuk menunjang operasional GAMAIS ITB.

Pada akhirnya, saya berharap dana bukanlah menjadi pembatas atau masalah bagi kita dalam melakukan program dakwah ke depannya, namun justru menjadi tantangan untuk bagaimana mengoptimalkan dana yang kita miliki untuk sebaik-baik kepentingan umat.

Mendahulukan Ilmu sebelum Amal. Kalimat tersebut sungguh benar adanya. Sektor ekonomi dengan bebannya yang sangat berat menurut saya membutuhkan backup ilmu dan wawasan yang cukup untuk menunjang kompetensi mereka. Oleh karenanya, saya berencana untuk tim ekonomi nantinya akan dikirimkan ke pelatihan pengusaha atau bisnis dengan biaya dari GAMAIS ITB. Hal ini penting untuk menumbuhkan sense entrepreneur dan sisi kreatif-inovatif pada diri kader sektor ekonomi. Pelatihan ini dapat berupa pelatihan yang menggunakan jasa pelatihan lembaga lain (misal kepada program wirausaha Saputra Empire) atau membuat program pelatihan dan mentorship mandiri (dengan membuat kurikulum dan mengundang pembicara atau trainer). Saya yakin program ini akan mampu meningkatkan kapasitas bisnis kader dan akhirnya memberikan dampak besar kepada sektor ekonomi GAMAIS ITB.

G-Corp

GAMAIS corporation merupakan badan usaha GAMAIS yang sejauh ini menurut saya sudah berjalan sangat baik. Saya melihat G-Corp harus mampu mempertahankan keunggulannya dalam beberapa jenis usaha, yaitu bundle soal GAMAIS, jaket angkatan, dan lain sebagainya. Lebih jauh dari itu, saya berharap G-Corp mampu memperluas sayap usahanya untuk mengoptimalkan potensi bisnis dalam kampus. Beberapa yang sempat terpikir adalah kaos fakultas, bisnis pulsa, bisnis makanan, percetakan, dan lain sebagainya.

G-Corp diharapkan mampu menjamin kebutuhan dana operasional GAMAIS ITB selama 1 tahun kepengurusan. Saya juga memiliki harapan agar GAMAIS ITB memiliki proposal kegiatan 1 tahun kepengurusan yang ditawarkan langsung ke perusahaan-perusahaan besar di awal tahun. Saya memperkirakan anggaran yang dibutuhkan GAMAIS untuk kepengurusan ini adalah sekitar 1 Miliar rupiah. Dalam hal ini, G-Corp berkoordinasi dengan DSM dalam pembuatan proposal yang menarik dan berhubungan dengan Humas dalam pengajuan proposal ke perusahaan-perusahaan. Saya yakin hal ini sangat mungkin untuk terlaksana asalkan kita benar-benar berusaha mengemas proposal ini dengan sangat baik dan berusaha keras mencari ‘link’ ke perusahaan-perusahaan besar. Jika hal ini terwujud, saya optimis roda dakwah GAMAIS akan dapat berputar lebih cepat selam satu tahun ke depan.

Mimpi saya lainnya dari ekonomi adalah adanya dana hibah minimal sebesar 50 juta di akhir kepengurusan. Dana hibah ini menurut saya sangat penting untuk menunjang modal awal yang dibutuhkan kepengurusan selanjutnya.

Tim adHoc Proyek Ekonomi

Tim Proyek Ekonomi merupakan tim yang berorientasi untuk membuat 1-3 aset usaha mandiri bagi GAMAIS ITB. Beberapa usaha yang sempat terpikirkan oleh saya adalah membuat usaha di bidang kuliner (membangun rumah makan), percetakan, dan konveksi. Untuk membangun usaha ini memang membutuhkan dana, dan untuk itu, tim ekonomi bekerja sama dengan humas berhubungan dengan pihak eksternal (atau mungkin pihak ITB) yang bersedia menjadi investor usaha bersangkutan.

Saya berharap di 2 bulan terakhir masa kepengurusan, usaha-usaha ini sudah dapat terbentuk dan berjalan dengan stabil. Targetan minimal dari tim ini adalah memiliki bentuk asset usaha mandiri yang sudah stabil dan memberikan pemasukan minimal 5 juta rupiah per bulan.

Dalam membuat rancangan usaha ini, saya juga menyarankan untuk banyak berkonsultasi dengan alumni, pengusaha, dan dosen. Saya yakin, dengan bekal pengetahuan dan dukungan visi ini dapat terwujud.

One thought on “[GAMAIS 2010] Sektor Ekonomi : Menuju GAMAIS ITB Mandiri Finansial

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s