[GAMAIS 2010] Sektor SPK : GAMAIS ITB yang lebih dekat, lebih bermanfaat


Syiar dan Pelayanan kampus merupakan ujung tombak LDK dalam upaya pewarnaan nilai-nilai islam dan pembentukan lingkungan yang islami. Melayani sebelum mengarahkan, mengikat hati sebelum menjelaskan; itulah salah satu prinsip dalam dakwah yang harus terinternalisasi dengan baik bagi seluruh kader GAMAIS ITB.

Peran sektor SPK sangatlah penting dan strategis dalam pencapaian goal kedua, yaitu “semakin kokohnya posisi GAMAIS ITB di kampus”. Dalam hal tersebut SPK memiliki peranan yang penting karena program GAMAIS kepada kampus didominasi oleh program-program pelayanan dan syiar. Kemampuan sektor ini dalam menjangkau dan menarik hati seluruh massa kampus akan memberikan dampak yang signifikan terhadap posisi GAMAIS ITB di kampus.

“GAMAIS ITB yang Lebih Dekat, Lebih Bermanfaat”

Lebih dekat, lebih bermanfaat. Itulah yang saya inginkan dari GAMAIS ITB dan akan dimotori oleh SPK sebagai salah satu sektor terpentingnya. Lebih dekat dan lebih bermanfaat di sini maksudnya, GAMAIS dapat mengenal objek dakwahnya (massa kampus) dengan lebih baik. GAMAIS tidak autis dengan menganggap ide syiarnya merupakan yang terbaik (padahal ternyata masih sangat melangit bagi massa ammah). GAMAIS yang mampu mengidentifikasi kebutuhan objek dakwah yang heterogen dan spesifik. GAMAIS yang dapat bermusyarokah dengan lembaga lain (unit dan himpunan) dalam program pelayanan dan syiarnya. GAMAIS yang lebih dekat dan bermanfaat berarti, GAMAIS yang berorientasi kepada kebutuhan objek dakwah (istilahnya berbasis market research) dalam setiap perancangan programnya, dan berusaha memberikan full first class service kepada objek dakwahnya. Itulah yang saya maksud dengan.. GAMAIS yang lebih dekat dan lebih bermanfaat.

GAMAIS yang ada dimana-mana

“GAMAIS itu gak nyata!”. Itulah salah satu ungkapan yang saya dapat saat saya menanyakan kesan ke salah seorang massa kampus tentang GAMAIS. Saat saya bertanya apa yang beliau harapkan, beliau berkata beliau menginginkan “GAMAIS yang ada dimana-mana”. Pertama kali mendengar hal tersebut, saya cukup kaget dan tidak menyangka dengan ‘redaksi’-nya. Namun saya merasakan suatu ungkapan yang sederhana dan tulus, yang bahkan saya merasa telah “melewatkannya”.

Ikhwahfillah, percayalah ekspektasi massa kampus terhadap GAMAIS ITB sangatlah besar. Namun “ekspektasi besar” itu mungkin seringkali kita salah dalam menerjemahkannya. Kita menganggap massa kampus berharap selalu melihat GAMAIS dengan KIT-nya, GP-nya, ESQ-nya, PMBR-nya, dan acara besar lainnya. Padahal mungkin tidak seperti itu. Bisa jadi massa kampus sangat berharap dengan sesuatu yang “besar” namun kita anggap “kecil”. Misalnya saja, penyediaan tajil gratis di kampus saat ramadhan, wadah tanya jawab keislaman yang mudah diakses, tutorial akademik sebelum UAS, layanan bus mudik hemat, pemfasilitasan mushola, dan lain sebagainya.

GAMAIS yang ada dimana-mana. Itulah yang saya harapkan dapat diperankan dengan optimal oleh sektor ini sebagai ujung tombak syiar dan pelayanan kampus. Biarkan massa kampus merasakan hangatnya dakwah dengan sinaran lembut program-program kita laksana mentari dhuha (tsah!).

“Syiar yang Besar, Menyebar, dan Mengakar”

Saya mencoba mensimplifikasi gambaran saya tentang syiar ideal dengan 3 kata di atas: besar, menyebar, dan mengakar.

Syiar yang besar. Syiar skala besar memang membutuhkan effort yang juga besar dan mungkin dampaknya dalam hal penanaman nilai (dirasa) tidak terlalu signifikan. Namun syiar skala besar (misal: buka bareng ITB) merupakan sarana yang penting dan strategis dalam hal pencitraan GAMAIS. Pencitraan GAMAIS yang dekat dan bermanfaat melalui program besar seperti ini menjadi sangat penting untuk menanamkan image tersebut sehingga massa kampus dapat melihat GAMAIS dengan kacamata yang baik untuk kemudian tertarik dengan agenda-agenda syiar dan kaderisasi yang diadakan selanjutnya.

Saya sempat mendengar kabar (walau belum pernah melihat langsung) bahwa jika SALAM UI mengadakan talim, peserta yang hadir sangat banyak (mungkin ratusan) dan bukan hanya kader yang dapat terjaring, namun juga ammah. Saat itu saya berharap GAMAIS ITB juga dapat menjadi seperti itu di tahun ini. Saya terinspirasi oleh presidential lecture yang mengundang Pak Habibie sebagai pembicara. Pada acara tersebut, dengan publikasi yang (menurut saya) tidak terlalu besar, acara tersebut dapat menarik massa dari berbagai kalangan. Cukup berbeda kondisinya dengan KIT, yang sepertinya sangat sulit untuk menarik massa.

Saya terpikir agar GAMAIS ITB juga dapat melakukan acara tersebut, dengan menyediakan konten yang sangat menjual. Saya berharap acara tersebut dapat rutin dilaksanakan setiap satu atau dua bulan sekali. Dengan konsistensi ini, saya yakin GAMAIS ITB akan terasa lebih dekat oleh massa kampus. Saya yakin konsep ini dapat dilakukan dengan melakukan perencanaan yang matang.

Syiar yang Menyebar dan Mengakar. Jenis syiar ini pastinya akan sangat identik dengan syiar yang rutin dan tepat sasaran. Dalam hal ini, LDW memiliki potensi yang sangat besar untuk mewujudkannya. Ia tersebar di seluruh penjuru kampus, serta sesuai dengan kebutuhan, kondisi, dan ekspektasi objek dakwah.

Oleh karenanya, untuk mencapai kondisi di atas, yaitu “Syiar yang Besar, Menyebar, dan Mengakar”, saya memiliki beberapa usulan strategi, yaitu:

  • Mengoptimalkan syiar yang bersifat musyarokah (kolaborasi) dengan lembaga lain. Misalnya mengadakan pentas seni islami yang melibatkan seluruh unit kesenian, lomba film islami yang bekerja sama dengan LFM. Atau juga dapat berupa program “GAMAIS peduli lingkungan” yang bekerja sama dengan unit U-Green, HMTL, Himatek, dan lain sebagainya. Atau berupa acara kajian yang berkolaborasi dengan unit kajian. Atau acara tafakur langit yang berkolaborasi dengan himastron, dan lain sebagainya.

Pengadaan syiar yang bersifat musyarokah, selain dapat menyentuh dan lebih menarik objek dakwah, juga memiliki kelebihan dalam bargaining position GAMAIS ITB di mata lembaga-lembaga.

  • Optimalisasi syiar wilayah untuk mengadakan syiar yang menyebar dan mengakar. Setiap LDW memiliki potensi dan karakteristik yang khusus. Hal tersebut merupakan bekal yang besar untuk menjangkau massa kampus hingga ke akarnya dan memberikan sesuatu yang sesuai dengan kebutuhannya.
  • Optimalisasi syiar virtual (dunia maya). Perkembangan GAMAIS dalam dunia maya menurut saya sudah sangat baik. Namun potensi yang ada sepertinya belum termaksimalkan. Ke depannya, saya melihat sarana dunia maya merupakan sarana yang sangat efektif dalam menyentuh objek dakwah di ITB. Syiar ini dapat melalui email, milis, facebook, website, twitter, forum sosial, dan lain sebagainya.

Itulah narasi saya terkait syiar dan pelayanan kampus. Saya berharap SPK dapat menjadi pemeran utama dalam mewujudkan GAMAIS ITB yang lebih dekat, lebih bermanfaat, dan ada dimana-mana.

DSM

Don’t judge the book from its cover. Itulah kalimat yang pastinya sering kita dengarkan. Maksud dari kalimat itu ialah, jangan melihat segala sesuatu dari luarnya saja, namun lihatlah isi/ kontennya. Kalimat tersebut sangat bijak dan benar adanya. Namun, kalimat tersebut juga tidak bermaksud menafikan fakta yang berkebalikan dengan itu. Misalnya saja sebagian besar orang pasti akan melihat wajah seseorang terlebih dahulu sebelum melihat bagian lain tubuhnya saat bertemu, atau seorang pembeli buku sedikit banyak pasti akan terpengaruh oleh desain sampulnya.

Di sanalah peran DSM dalam melakukan packaging yang baik agar konten yang hendak disampaikan dapat diterima dengan baik pula. Saat ini, DSM menurut saya sudah mampu melakukan fungsinya dengan sangat baik. Namun perlu diakui, pendampingan DSM kepada divisi publikasi setiap kepanitiaan memang belum optimal. Ini ditandai dengan desain visual yang masih belum standar (jika DSM yang mendesain sangat menarik, namun jika yang lain menjadi kurang menarik). Untuk ke depannya, saya pikir fungsi upgrading dan pendampingan dapat lebih dioptimalkan agar pengemasan program dakwah ini menjadi lebih baik.

7 thoughts on “[GAMAIS 2010] Sektor SPK : GAMAIS ITB yang lebih dekat, lebih bermanfaat

  1. Assalamu’alaykum, djie

    Layk dis. Secara overaal bagus yg udah diplan ini. Ya memang kondisi ideal baiknya seperti penjabaran di atas

    Saat pelaksanaan nanti yang perlu diperhatikan apakah temen2 08 cukup bisa berperan dgn ide2 fresh. Bisa jd kemampuan 08 lebih besar or sebaliknya. Ga masalah, tp bagaimana qta bs maximalin kondisi teknisnya

    Perlu ditambahin tentang inovasi ya, dji. Riset dulu sebelum proker. Jangan menjadikan proker dahulu sbg acuan. Big no no buat syiar ke depan. Yang baru, yang beda..

    Nanti lg deh komen. Pegel ni jempol ngetik di hape

    1. waalaykumsalam.ww, teh..

      iyaaa..makasih teh..^^

      yap.bener banget teh..pengennya tulisan ini cuma jadi arahan buat berbagi mimpi aja,,ga ampe membatasi inovasi dan kreasi..pastinya temen2 SPK udah lebih ngerti kondisi real dan teknisnya..

      lagi butuh banyak masukan nih teh..khususnya tentang syiar..pengen ngobrol2,,sama kak ryan juga..smg bisa dalam waktu dekat..hoho

      syukron ya teh ita..^^

  2. hemh.. idealnya seperti itu.. jadi teringat, komentar seorang teman ane di TL, ketika ane nyebarin form antum, beliau bilang ‘ Gamais nggak konkret dan kurang kontributif ‘.. Sedih sih dibilang kaya gitu.. Katanya syiar nya nggak keliatan.. Ya semoga, tahun depan siapapun leadernya Gamais bisa menyentuh hati semua orang untuk kembali ke Jalan yang benar.. Amin,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s