Menjadi LDK Mandiri Finansial


hmm.. permasalahan ini memang seringkali terjadi, bahkan bukan hanya di LDK, namun juga di banyak organisasi siswa dan mahasiswa. Hal ini juga yang menjadi evaluasi terbesar bidang ekonomi di GAMAIS ITB beberapa tahun terakhir.

Sedikit bercerita, masalah dana juga masih seringkali menghiasi dinamika dakwah di GAMAIS. Memang untuk beberapa program fund raising, proyek GAMAIS seringkali mendapatkan keuntungan yang besar, khususnya pada saat momentum penerimaan mahasiswa baru. Saat itu GAMAIS meluncurkan beberapa program dana usaha, seperti menjual jaket angkatan, bundel soal TPB, dan paket2 mahasiswa baru lainnya. Melalui beberapa program tersebut, GAMAIS mampu meraup omzet hingga ratusan juta rupiah.

Selain program dana usaha mandiri berbasis proyek tersebut, kami juga tetap menjalankan usaha lainnya, yaitu usaha mandiri rutin, pengajuan donasi, dan sponsorship kepada pihak instansi/ perusahaan.

untuk usaha mandiri rutin, beberapa yang dimiliki gamais adalah penyewaan proyektor/ LCD dan percetakan (G-Press). Usaha ini merupakan usaha yang sangat prospektif. GAMAIS saat ini memiliki 3 buah LCD, dan keuntungan yang didapat dari usaha ini dapat mencapai 2 juta rupiah per bulan. Hal ini sangatlah menguntungkan, mengingat effort kami dalam melakukan usaha ini dapat dibilang kecil.
untuk usaha percetakan, kami juga mengajukan penerbitan buku, sehingga komisi yang didapat bisa dimasukkan ke dalam kas gamais.. (buat LDK atau kader yang hendak menerbitkan buku, bisa lewat GAMAIS Press juga loh..^^)

Hal lain yang diusahakan adalah donatur dan sponsorship. seperti biasanya, usaha ini bersifat proyek, yaitu jika ada program kita mengajukan sponsorship ke perusahaan-perusahaan. Hal ini seringkali mendatangkan dana yang cukup besar, namun juga dengan effort yang sangat besar.

Namun dari beberapa program yang pernah dilakukan GAMAIS di atas, kami melihat perlu ada beberapa evaluasi terkait penggalangan dana. beberapa pertanyaan yang sempat terbersit adalah:

bagaimana agar kita dapat memiliki pemasukan tetap setiap bulannya dengan jumlah yang cukup untuk agenda2 operasional dengan effort yang kecil?
bagaimana agar kita dapat meminimalisir permasalahan acara di bidang dana? sehingga panitia acara dapat berfokus pada tujuan dan konsep acara?
bagaimana agar dana kepengurusan dapat terpenuhi sejak awal kepengurusan? sehingga keberjalanan kepengurusan dapat stabil?

dan berikut beberapa jawabannya. jawaban2 di bawah ini ada yang sudah direalisasikan, namun ada juga yang masih merupakan pilot project yang akan dilakukan di kepengurusan GAMAIS 2010 ini:

1. Membangun Unit Bisnis Mandiri yang bersifat investasi
kami berharap GAMAIS memiliki suatu unit bisnis yang dijalankan secara mandiri dan profesional, sehingga mampu memberikan pemasukan tetap setiap tahunnya, hanya dengan mengandalkan fungsi kontrol. unit usaha ini haruslah bersifat aset dan investasi, karena membangun unit bisnis yang stabil dalam memberikan pemasukan, haruslah direncanakan secara jangka panjang (dan mungkin lintas angkatan).

untuk program ini, tahun ini kami hendak berfokus untuk mengembangkan 3 unit bisnis, yaitu: GAMAIS mutimedia, GAMAIS Press, dan GAMAIS konveksi. Unit-unit bisnis di atas akan dijalankan dengan membuat bisnis plan di awal, mencari investor yang hendak mendanai (bisa dari dosen, alumni, perusahaan, tokoh, dll, kemudian merunningnya secara profesional. di akhir, kami berharap dana investor dapat kami kembalikan melalui keuntungan yang kami dapat selama satu tahun, dengan aset usaha yang sudah kami miliki secara mandiri. dengan begitu, kepengurusan berikutnya akan dapat mengambil keuntungan dari 3 unit bisnis di atas secara penuh untuk operasional kegiatan dakwah GAMAIS.

catatan dari program ini adalah, kita harus profesional dan benar2 memiliki kapabilitas untuk membuat dan menjalankan konsep dan rencana bisnis.

2. Membangun sistem donasi tetap
meminta donasi untuk acara melalui sebuah proposal merupakan hal yang biasa kita lakukan. hal ini menuntut effort yang besar, karena setiap acara kita akan menghubungi alumni. dan inipun berisiko, yaitu mungkin saja satu alumni diminta berkali2 dalam waktu yang dekat karena pendataan donatur yang kurang baik. dampaknya, image lembaga menjadi kurang baik di mata alumni, dan ini memiliki potensi hubungan yang buruk.

salah satu wacana yang hendak dijalankan adalah, dengan sistem donasi tetap. jadi setiap alumni ditawarkan untuk menyumbangkan dananya ke GAMAIS dengan jumlah yang alumni tersebut tentukan sendiri. dengan begitu, misalnya saja ada 100 orang donatur alumni yang bersedia menyumbangkan 50 ribu per bulannya, maka setiap bulan kita dapat menerima 5 juta rupiah.

namun hal yang perlu diperhatikan adalah perlu adanya audit keuangan yang kredibel, laporan keuangan yang stabil, dan pola maintenance jaringan yang baik.

3. membuat sponsorship tahunan
setiap perusahaan dan instansi memiliki periode untuk membuat RKA (rencana kerja dan anggaran). jika kita mampu mengoptimalkan momentum tersebut untuk menawarkan kerjasama, dapat berpotensi lebih baik, karena saat itulah perusahaan menentukan kebijakan dananya.
walau sudah lewat momentumnya, pola kerjasama jangka panjang merupakan suatu potensi kerjasama yang sangat menguntungkan. kerjasama yang kita tawarkan pada perusahaan tidak terbatas pada satu acara/ event saja, namun keseluruhan event selama 1 tahun.

dengan pengemasan yang baik, strategi ini berpotensi untuk menstabilkan keuangan lembaga dakwah kampus sejak awal kepengurusannya.
untuk GAMAIS sendiri, ini merupakan hal baru yang hendak dilakukan. setelah melakukan pendataan di awal tahun, kami membutuhkan sekitar 650 juta untuk program2 yang rutin setiap tahunnya. kami berharap sponsorship kami dapat membuka ladang amal bagi perusahaan atau instansi yang berpartisipasi di dalamnya.

begitulah kira2 yang dilakukan GAMAIS untuk mencapai targetan “lembaga dakwah mandiri finansial 2010”.

umm.. namun selain program2, mnurut saya ada beberapa hal yang sangat penting, yaitu:
1. kita harus mulai berpikir jangka panjang. jika kita tidak bisa melimpah secara finansial tahun ini, setidaknya kita pastikan kepengurusan tahun depan dapat merasakannya. karena jarang ada perusahaan yang langsung mencapai titik kesuksesannya dalam waktu singkat
2. mindset kita tentang dana harus coba kita rekayasa, sehingga keberlimpahan dana untuk dakwah menjadi suatu yang wajar dan memang seharusnya terwujud
3. jadikan agenda2 dakwah kita justru berpotensi memberikan profit. tidak selamanya agenda dakwah harus mengelluarkan dana dan defisit. berapa banyak konser nasyid yang mendatangkan keuntungan? berapa banyak talim akbar yang mendatangkan profit? begitulah. kita kemas acra dakwah kita sehingga mampu menarik sponsor atau peserta, sehingga mendatangkan keuntungan, yang dengan keuntungan itu kita memastikan roda dakwah di lembaga kita terus berputar.

kami percaya suatu saat nanti, GAMAIS tidak akan lagi dipusingkan dengan masalah dana. Karena saat itu dana telah menjadi resources yang mendukung keberjalanan dakwah kampus ITB. karena pada saat itu kami sudah mampu memberikan pelayanan ekonomi bagi masyarakat. karena pada saat itu, GAMAIS ITB sudah mandiri secara finansial.
Allahu akbar!!!

mohon doanya juga ya..^^

semoga sharing2nya bisa menginspirasi..^^

wallahualam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s