selimuti aku..!


di titik awal masa kerasulannya, Muhammad saw mendapatkan tekanan yang sangat-sangat berat. ia menjumpai sesuatu yang tidak pernah ia temui sebelumnya. sebuah pengalaman yang sama sekali baru yang ia rasakan. menyesakkan dada, menegangkan urat syaraf, mengeluarkan keringat dingin, hingga menjadikan tubuhnya lemas lunglai.

Muhammad saw, saat itu mendapatkan sesuatu, yang membuatnya ingin menjatuhkan diri dari ketinggian gunung. beliau menerima amanah besar dan berat tiada terkira: menjadi Rasul Allah.

namun tahukah kawan, apa yang terjadi pada titik kritis itu? pada fragmen hidup paling menegangkan itu? ya, pada saat itu hadirlah seorang yang mampu menenangkannya, menghapus keringat dingin, menyelimuti tubuh yang menggigil, meneguhkan hati dengan percayanya, dan membasuh luka di hati dengan kasih sayangnya. itulah seorang wanita mulia, yang beriman dikala yang lain ingkar. yang membenarkan ketika yang lain mendustakan. ah, betapa mulianya..

kali ini saya tidak ingin membahas tentang peran seorang istri bagi penggalan hidup seorang lelaki muslim. namun betapa kita membutuhkan seorang yang percaya dengan kita. mendukung dengan ketulusan tak terkira. yang senyumannya dapat membasahi hati yang gersang, menyinari hati yang gerimis..

pernahkah kau bayangkan, jika saat itu Muhammad saw tidak menemui Khadijah? betapa berat. pasti sangat sangat berat beban yang harus dipikulnya, dengan tanpa seorang pun yang percaya padanya, yang mendukungnya, membangkitkan motivasi dalam dirinya, dan memuliakannya untuk merekonstruksi percaya dirinya..

ah, betapa indahnya..

setiap kita dapat memilih untuk bersikap, untuk mendukung atau menolak. membantu atau menghambat. dan setiap pilihan pasti mengandung dualisme konsekuensi: untuk diri sendiri dan lingkungan. sama halnya dengan kondisi di atas, setiap kita pasti mengharapkan sosok Khadijah yang mampu menjadi penerang saat datang masa suram kita. dan saat kita memosisikan diri sebagai lingkungan, maka percayalah banyak orang di sekitar kita yang membutuhkan kepercayaan itu.

jika sebagai subjek, maka kepercayaan akan membantu kita untuk optimis. menguatkan hati kita. mempertegas derap langkah kita. dan mencerahkan setiap hari kita. kepercayaan itu mahal, dan itulah mengapa ia begitu berharga. ketidakpercayaan, sekalipun disikapi dengan pemikiran positif, tentu akan menjadi tantangan baru bagi setiap insan, untuk tetap meyakini, bahwa suatu saat nanti, kita akan mampu menjawab ketidak percayaan itu dengan karya emas nyata kita.

sampai batas ini, maka kita, -sekali lagi- dapat menentukan pilihan, hendak bersikap seperti apa: menjadi seorang yang mencerahkan, atau menjadi tantangan yang akan menguatkan.

namun percayalah, saat seseorang menemukan suatu masalah bagi dirinya, secara langsung atau tidak, hatinya akan berkata:  “selimuti aku..!”

– senyummu di wajah saudaramu adalah sodaqoh –

– Amal perbuatan yang paling disukai Allah sesudah yang fardhu (wajib) ialah memasukkan kesenangan ke dalam hati seorang muslim –


One thought on “selimuti aku..!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s