.. All you have to do is take the first step ..


Hmph.. jam segini masih belum tidur. Yah, masa-masa perkuliahan di ITB, khususnya di jurusan saya, TI: Tidakada Istirahat, (bukan, bukan, TI tuh Teknik Industri. hehe), udah secara signifikan-kontroversial-bombastis-fenomenal (?) mengubah jam biologis mahasiswanya. Malam jadi siang, siang jadi malam. Kaki di kepala, kepala di kaki (kaya lagu peterpan ya?hehe). Pokoknya kacau banget deh! Jam segini yang harusnya uda terlelap tidur siap-siap bangun untuk shalat malam malah masih ON. Yah, daripada bengong tiduran sambil melek ga jelas, mendingan nulis aja. Meninggalkan jejak dengan guratan tinta, merefleksikan diri dengan sebuah narasi. *waw*

Oke.. pastinya saya tidak sedang ingin membahas lebih jauh mengenai sisi ilmiah dari perubahan jam biologis para mahasiswa ITB. Bagaimana kami merusak badan kami, dan meracuninya dengan asupan makanan tak bergizi sepanjang hari. Oh andai ada yang memasakkan untuk kita dengan kepedulian penuh atas asupan gizi di tubuh ini..*ngarep!*. sabar, sabar, kalo kata Alexa: “hingga saatnya kan tiba, aku kan menanti..” *tsah!* (btw video klipnya bagus loh, inspiring!)

Sampai mana tadi? oia, tentang jam biologis yang amburadul. Yah gampang aja sih sebenernya solusinya, cukup tingkatkan skill manajemen waktu dan manajemen diri, insya Allah semuanya beres. Oia, ada lagi, buat yang kerjaannya banyak melibatkan teman sekelompok, tingkatkan juga manajemen tim dan komunikasi efektif, biar kerja kelompok ga akan jadi masalah untuk kita pribadi. Fine, that’s it about my college.. the end.

Back to topic (emang daritadi topiknya apa ya? hehe), sebenernya, beberapa menit yang lalu, saya baru aja nyelesein sebuah novel *what!? Lagi masa UAS gini malah baca novel?? ga sius kali boi..*.. heu.. abis bosen juga kalo belajar mulu (emang kapan belajarnya ji?), kan butuh refreshing, dan pastinya: pengen segera menyelesaikan buku yang sudah cukup lama saya pinjam ini dari seorang sahabat. Oke intinya, saya baru menyelesaikan secara brutal sebuah novel berjudul traveler’s tale.

Hufth.. kenapa harus buku ini? Yah, jawabannya.. karena buku ini sempat direkomendasikan oleh seseorang waktu saya pengen nulis buku, then.. “gimana kalo nulis bareng?” “Loh, gimana caranya?” “Ya dari dua sudut pandang yang disatuin jadi sebuah alur cerita.” “Hmm… ga kebayang, maksudnya gimana..” “Kaya novel traveler’s tale, uda pernah baca belom?” “Belom..” “……” (ok. Saya harus baca buku itu, then let’s write our history..^^) *bertekad segera membacanya sejak itu*

Tapi cerita di atas uda lama, sekarang malah baru kesampean baca bukunya. Waktu ngejenguk seorang temen yang sedang sakit, saya –yang emang hobi merhatiin (baca: ngubek-ngubek) kamar dan barang orang- menemukan rak buku, dan salah satu bukunya: traveler’s tale. Kayaknya sih bukan punya dia juga (soalnya di depan ada tulisan nama dan bukan nama dia), tapi gavava lah, pinjem bentar aja, ga masalah lah, insya Allah..hehe..

Jadi ya, buku ini bercerita tentang sekelompok sahabat yang –seperti pada umumnya novel remaja- terdapat perasaan cinta di dalamnya, dibumbui konflik, kemudian diramu dengan sisi persahabatan yang menyentuh, menjadikan dinamika persahabatan mereka menjadi kompleks dan dilematis. Secara alur cerita, saya pikir alur cerita dari novel ini cukup mudah ditebak.

Tapi latar dan settingan yang beraneka ragam menjadi sesuatu yang memperkaya novel ini. Keahlian penulis dalam mendeskripsikan berbagai latar itu juga sangat baik dalam mengantarkan pembaca ikut merasakan suasananya. Bagaimana kondisi Asean, Eropa, Amerika, juga Afrika. Mengajak kita ikut merasakan keindahan dan keunikan dari Amsterdam, Senegal, Barcelona, Madrid, New York, Cape Town, Cairo, dan lain-lain.

Dan bener banget kata yang merekomendasikan buku ini, sudut pandang yang berbeda-beda membuat penyampaian ceritanya menjadi menarik dan tidak monoton. Meloncat-loncat dengan berbagai karakteristik penyampaian sebuah sudut pandang. Jusuf yang konyol dan kocak. Francis yang –kayaknya- melankolis. Farah yang unpredictable. Dan Retno, cerita ideal namun menggantung tak terselesaikan.

Anyway, buku ini juga memberikan inspirasi dan motivasi untuk dapat belajar lebih banyak dan lebih luas. Menjelajahi sisi bumi Allah yang lain menjadi sangat menarik. Memperkaya ilmu, memetik setiap hikmah, merangkainya dalam guratan dan bingkai sejarah. Menafakuri keajaiban-keajaiban yang tersimpan di setiap sudut bumi. Membawa kita untuk dapat melihat dan merasakan lebih detail, lebih melankolis, hingga lebih bersyukur dengan apa yang ada di sekitar kita saat ini. Hmm.. jadi teringat.. ia juga seperti itu, dan seperti buku ini, ia juga memberikan banyak inspirasi dan pembelajaran, bahkan jauh-jauh lebih banyak.

Gaya tulisan penulis juga bermacam-macam. Menarik untuk disimak, bagaimana karakter tulisannya sedikit banyak dapat menggambarkan pola kepribadiannya. Hmm,, jadi inget tentang keinginan menulis bareng. It’s far away now. Tapi jujur jadi khawatir banget kalo ini bener terlaksana….. but I’m not on it *pletak! jedak! jeduk! plak! plok! (^&$^#%&()&* pasti sakit kaya digebugin gitu.. haha.. tapi itu lebay kok, trust me, I’ll be alright.. =9

Mengikuti lembaran buku ini, membangkitkan keinginan untuk berjalan dan mengalami lebih banyak. Mengingatkan pada banyak hal, tentang mimpi dan pengalaman. Tentang masa depan dan masa lalu. Tentang apa dan siapa, juga bagaimana. Yah, waktu benar-benar mengajarkan kita banyak hal. Bagaimana kita menjadi lapang setelah egois, menjadi yakin setelah ragu.

Menyimak alur cerita dalam buku ini, juga memantik lagi api semangat menjelajahi bumi Allah, bertemu dengan saudara-saudara sesama muslim di belahan dunia yang lain. Aku.. ingin merasakan eksotisme nusantara, dan sesekali menjelajah lebih jauh ke Negara berbulir salju. This year? Why not?

– All you have to do is take the first step –

Bandung, 16 Mei 2010

Pukul 02.00.. (oke, sejujurnya 01.58..biar keren di round-up ke atas..hehe)

One thought on “.. All you have to do is take the first step ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s