Strategi LDK untuk Momen PMB [seri branding kader LDK]


Salah satu hal yang tidak boleh dilupakan pada rangkaian kegiatan PMB ini adalah, bahwa kita sedang mencoba memperkenalkan LDK kita, kader-kader kita, dan kampus kita. Oleh karenanya, pencitraan/ imaging/ branding menjadi factor yang sangat penting untuk kita perhatikan. Pencitraan (branding) ini harus meliputi berbagai dimensi, yaitu pencitraan LDK, pencitraan kader-kader LDK, dan pencitraan kampus.
Mengapa branding menjadi sangat penting? Karena pencitraan (branding) inilah yang akan menentukan image dari kader, LDK, dan kampus kita. Pencitraan di awal menjadi sangat penting untuk membentuk persepsi awal seseorang, dan biasanya, persepsi awal terbentuk menjadi mindset. Maka saat mahasiswa baru mendapat first touch dari LDK berupa berbagai macam pelayanan yang sangat bermanfaat, mereka akan melihat LDK kita sebagai LDK yang inspiratif dan kontributif. Begitu juga dengan kader LDK yang ramah, dan kampus yang islami, kita dapat melakukan berbagai upaya untuk membentuk citra kita sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Apa itu bisa? Hmm.. begini, apa Anda pernah mendengar tentang kisah maskapai Air Asia? Jika Anda mengkaji lebih dalam tentang bagaimana strategi branding yang mereka lakukan, mereka berhasil mencitrakan maskapainya dengan citra murah namun berkelas. Begitu juga misalnya dengan apple, yang bertahan dengan citra “mewah”-nya. Pertanyaannya adalah, apakah citra ini terbentuk begitu saja tanpa dapat kita kendalikan? Jawabannya adalah: TIDAK. Kita yang menentukan sendiri bagaimana citra yang hendak kita bentuk untuk kemudian kita strategikan.

Branding ini menjadi penting karena tidak sedikit contoh yang menunjukkan, kegagalan dalam strategi pencitraan dapat berakhir pada kehancuran sebuah produk/ perusahaan. Maka produk dakwah kita, dan citra kader dakwah dan LDK kita juga harus dipentingkan, agar kita dapat mengoptimalkan potensi pencitraan ini.

Strategi pencitraan kader dakwah

Kader LDK adalah wajah dari LDK. Kader merupakan agen “marketing” dari sebuah LDK. Kader merupakan citra utuh dari sebuah LDK. Itulah sebabnya muncul kasus LDK dianggap eksklusif padahal di sisi lain acara dan program-program dari LDK tersebut benar-benar massif dan melibatkan berbagai elemen. Kenapa? Karena mungkin beberapa (atau kebanyakan) kader-kadernya merupakan kader yang belum bisa bersikap inklusif dan membaur di lingkungannya.

Pada batas ini, jelas bahwa pencitraan kader sebagai seorang individu da’I menjadi sangat penting sebagai bagian dari pencitraan LDK secara utuh. Lalu bagaimana caranya mencitrakan seorang kader LDK pada masa Penyambutan Mahasiswa Baru ini? Terdapat 2 cara yang efektif untuk membentuk image ini, yaitu penokohan dan pelayanan.

Penokohan

Yang kita inginkan adalah menghadirkan tokoh-tokoh yang menjadi rujukan/ teladan bagi mahasiswa baru pada khususnya dan mahasiswa lama pada umumnya. Pada masa PMB, biasanya terdapat posisi-posisi atau peran-peran yang strategis untuk mendukung proses penokohan, misalnya:

Trainer SSDK (Strategi Sukses di Kampus)

Di ITB, bagi mahasiswa baru terdapat satu pelayanan/ fasilitas yang bernama training SSDK (Strategi Sukses di Kampus). Training ini diberikan oleh para mahasiswa lama, yang sebelumnya mendapatkan TFT (training for trainer) dari para trainer professional. Setiap trainer mahasiswa, akan memberikan training selama 4 jam di depan sekitar 80 orang, sehingga total kebutuhan trainer SSDK adalah sekitar 50 orang trainer (untuk memfasilitasi sekitar 3000 mahasiswa). Posisi ini sangat strategis untuk menunjukkan bahwa kader dakwah memiliki skill dalam memberikan pelatihan dan telada bagi adik-adiknya.

Mentor Kelompok OSKM

Mentor ini merupakan seorang kakak yang mendampingi adik-adik di masa ospek kampus, untuk menjelaskan berbagai materi, khususnya materi tentang kemahasiswaan.

Taplok OSKM

Taplok atau Penata Kelompok, merupakan kakak pendamping kelompok, yang terdiri dari 1 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Setiap kelompok berjumlah sekitar 20-25 orang. Posisi taplok sangat strategis mengingat keberadaan mereka dalam mendampingi mahasiswa baru sangat intensif, selama 7 hari masa ospek (kaderisasi kampus)

Danlap (komandan lapangan) dan Danyon (Komandan Batalyon) OSKM

Danlap dan danyon merupakan sosok yang kharismatik dan disegani oleh mahasiswa baru. Kemampuannya dalam mengorganisasi ribuan orang dalam bentuk barisan, ketegasannnya dalam bersikap, memberikan keseganan tersendiri bagi mahasiswa baru. Alangkah baiknya jika mereka mengetahui bahwa danlap dan danyon yang memimpin mereka adalah seorang kader dakwah.

Mentor agama di OSKM

Mentor ini merupakan seorang kakak yang mendampingi adik-adik di masa ospek kampus, untuk menjelaskan berbagai materi, khususnya materi tentang keagamaan.

Peran-peran di atas merupakan peran-peran yang biasa ada di PMB ITB. Setiap kampus memiliki proses PMB yang khas, sehingga pola-pola penokohan ini harus disesuaikan dengan kondisi kampus masing-masing. Namun intinya adalah, munculkan wajah kader LDK di setiap kesempatan kemunculan tokoh/ figure bagi mahasiswa baru. Sehingga perulangan/ iterasi itu dapat membentuk image bahwa kader LDK merupakan tokoh/ figure/ orang yang patut diteladani di kampus.

Pelayanan

Selain melalui penokohan yang bersifat optimalisasi peran strategis di berbagai momentum, pencitraan kader dapat dilakukan dengan maksimasi pelayanan dari setiap individu kader. Pada tahap ini, seluruh kader dapat berperan sebagai agen pelayanan, karena memang tidak ada persyaratan khusus untuk menjalankan peran ini.

Pelayanan yang dilakukan dapat melalui berbagai macam cara, misalnya penyambutan mahasiswa baru pada posko informasi. Pada saat itu setiap kader diharapkan dapat melakukan penyambutan secara optimal dan memberikan citra bahwa kader LDK adalah kader yang murah senyum, hangat, suka menolong, dan ramah. Kader-kader itu menyambut dan menanyakan kondisi mahasiswa baru, menanyakan kemana tujuannya, jika perlu menunjukki jalannya, atau dapat pula seara memberikan bulletin LDK atau bentuk pelayanan lainnya.

Strategi Pencitraan

Lalu bagaimana agar pencitraan ini dapat optimal dan sekaligus dapat menjadi pencitraan positif bagi LDK? Terdapat beberapa tips yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Menggunakan atribut standar LDK, misalnya pin, pita, slayer, gantungan kunci, dll. Atribut ini harus selalu dipakai kemanapun dan oleh kader yang berperan sebagai apapun. Komandan lapangan menggunakan atribut LDK, taplok menggunakan atribut LDK, mentor OSKM menggunakan atribut LDK, trainer menggunakan atribut LDK, dan pada saat penyambutan secara massif akan sangat banyak orang yang menggunakan atribut tersebut. Dengan cara itu, citra kader LDK akan menjadi sangat baik, bahwa kader LDK dapat berperan di berbagai tempat
  2. Melatih setiap kader untuk penyambutan secara massif, sehingga kader LDK dapat memiliki keterampilan teknis menjadi seorang yang hangat dan menyenangkan
  3. Mempublikasikan. Bahwa dalam setiap peran yang diambil, sebisa mungkin kader mempublikasikan bahwa ia merupakan kader LDK, kader dakwah
    Dengan beberapa tips di atas, insya Allah citra kader dan citra LDK akan menjadi lebih baik. Dan secara tidak langsung, LDK yang merepresentasikan wajah islam di kampus juga dapat membawa suasana keislaman yang kondisif.

One thought on “Strategi LDK untuk Momen PMB [seri branding kader LDK]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s