.. libur lebaran #3 ..


oke, ini pelajaran #3

Yang ini bercerita tentang saudara-saudara yang berasal dari adik-adik ibu saya. Ibu saya punya 2 adik, jadi beliau total ada 3 bersaudara. Adik-adik Ibu saya itu punya anak, totalnya ada 5. Satu orang laki-laki, dan 4 orang perempuan. Dan mereka semua masih… bocah. Hehe, alias masih pada kecil2.. saya dan kakak saya jadi ga nyambung gitu kalo sama mereka, soalnya jauh banget usianya, uda lebih mirip om daripada kakak..*hiks

Oke, mereka itu nama panggilannya shasha, auriel (bukan ariel peter pan!), cicil, iyang, dan hasnah. Ada satu lagi saudara agak jauh (tapi bocah juga) namanya nadia. Mereka.. selama 3 hari ini, akan membuat frekuensi suara di sekitar menjadi jauh lebih tinggi dari kehidupan normal pada umumnya (maksudnya berisiiiikkkk, banget!).

Yah, berhubung harus lama-lama sama mereka, jadi sering maen bareng juga. Hoho. Jadi inget masa-masa kecil nan lucu imut menggemaskan *ngek. Kita pada maen screble bareng, maen tebak-tebakan, maen kembang api, naek delman, sama maen uno (yang terakhir ini saya cuma nonton soalnya ga ngerti cara maennya).

Ini sedikit cerita tentang auriel

Bocah yang satu ini satu-satunya cowok dalam geng ini. Dikelilingi oleh 5 saudarinya yang lain, bocah ini dapat dibilang gendut dan makmur. Kocaknya, kalo lagi tidur, dia berposisi di tengah-tengah para ciwi-ciwi. Entah maksudnya biar anget ato dianggap guling bersama *haha.

Suatu saat, saya nanya: “aril, aril beratnya berapa?” (sambil nyubit2in tangannya yang gempal)

Aril: “50 kilo..”

Saya: (speechless sejenak..). “ha? 50? Sama dong sama kakak..”

Hwaa! Bocah kelas 4 SD beratnya sama gitu sama saya? Hikss…

tentang cicil (bocah kelas 2 SD)

pas maen tebak-tebakan,,

cicil: “apa yang paling enak dari bebek goreng???”

saya: “apa ya? Paling enak ya dagingnya lah.. (waw, rasional sekali. Haha)”

cicil: “salaaah..”

saya: “apa dong? Nyerah deh..” (lagi nonton tivi, jadi males mikir.hehe)

cicil: “yang paling enak ya ‘b’-nya”

kakak saya yang tiba-tiba nyambung: “ha? Apa?”

saya: dalam hati: (he?)

cicil: “iya dong. Soalnya kalo ga pake ‘b’-nya, jadi ‘-e-ek’ goreng! *bangga dengan tebakannya*

Saya: *yiaks.. ni bocah.. -_-“

Tentang hasnah (bocah kelas 3 SD)

Masih tentang main tebak-tebakan..

Hasnah: makanan apa yang paling gede?

Saya: aaahh, gampang..

Hasnah: apa coba a?

Saya: tahu isi sumedang! *bangga*

Hasnah: yah bener.. *terlihat agak kecewa*

Saya: aa ada tebakan!

Hasnah: apa?

Saya: alat apa yang paling gede?

Hasnah: ………

Saya: nyerah???

Hasnah: iya deh, emang apa?

Saya: panci buat ngegoreng tahu isi sumedang! Hehehe.. *bangga kuadrat*

Hasnah: eh, eh, hasnah punya tebakan lagi! (seolah tidak peduli dengan tebakan yang sebelumnya)

Saya: (heeeh,, -_-“)

Ini tentang nadia (bocah kelas 4 SD)

Bocah yang satu ini memang bukan sepupu asli, cuma ponakan cukup jauh. Tapi bocah ini bener2 keren. Dia rendah hati banget, sopan, kalem, manis, dan matanya itu loh: jernih bangeettt.

Tapi… suatu saat di ruang tengah..

Dia lagi megang hape, lagi nonton video gitu. Kayak musicnya Britney spears gitu..

Saya: nadia, lagi nonton apa? Liat dong?

Nadia: ga mau ah, malu *sambil cengar cengir*

Saya: (ah ini sih malu2 mau.haha)

*akhirnya setelah dibujuk2, berhasil juga..

Ternyata… itu… video dia lagi joget2 sambil didubbing sama lagu Britney spears itu…

Haha, ternyata.. aslinya kayak gini.. -_-“

Subhanallah.. bocah2 lucu menggemaskan lagi mengagumkan..

Saya jadi teringat dengan penggalan isi dari buku Salim A Fillah yang bercerita tentang masa kecil seorang ulama besar:

Suatu hari Muslim ibn Khalid Az-Zanji melihat seorang anak yang berpenampilan menarik hati. Sorot matanya tajam. Wajahnya bersinar. Anak itu tampak bergumam-gumam. Rupanya sang bocah sedang menghafal bait-bait syair Arab yang sangat indah.

Singkat cerita, pada akhirnya beliau berkata, “ketahuilah nak, alangkah indahnya jika kefasihan lisanmu dan merdunya suaramu itu digunakan untuk menjaga Sunnah Rasulullah, menyampaikan hukum-hukum syari’at kepada manusia, dan mengajari mereka fikih hingga mampu memahami agama ini”.

Kata-kata sederhana, namun tepat mengena dengan menyengat di dalam hatinya. Oleh sebab sengatan itulah, anak itu menghafal Al-Quran di usia 7 tahun, mengkhatamkan Al-Muthawatha’ karya Imam Malik di hadapan sang penulis di usia 10 tahun, juga mengkaji karya-karya Ibnul Mubarak dan mendaras semua hadits Imam Waki’ dengan penguasaan hapalan dan pemahaman tanpa tanding.

Tahukah kita? Ulama besar itu kita kenal saat ini sebagai Imam Asy-Syafi’i.

maka semoga, auriel yang jenius, cicil yang periang, hasnah yang cerdas, iyang yang sabar, shasha yang bijak, dan nadia yang santun, kelak akan menjadi bintang-bintang yang berpendar. Menjadi bagian penting dalam bangunan peradaban dan proyek besar dakwah Islam. Menjadi cahaya penerang bagi sekitarnya.

Dan semoga, saya bisa menjadi seperti sosok Muslim ibn Khalid Az-Zanji, yang memiliki kekuatan kata yang menyengat untuk melejitkan potensi kebaikan di dalam diri bocah-bocah itu. Amin!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s