.. Strategi Google ..


Bismillahirrahmaanirrahiim…

di dunia ini, cukup banyak perusahaan besar yang memiliki aset dan pendapatan yang juga sangat besar. dalam teori Pareto, dikatakan bahwa, 80% peredaran uang berada hanya pada 20% masyarakat dunia. inilah bagian masyarakat yang sangat kaya dari segi finansial dan memiliki keberlimpahan. sedangkan konsekuensinya, 20% peredaran uang akan “diperebutkan” oleh “sisa” 80% masyarakat dunia.

begitulah kondisinya. lalu kita berpikir, alangkah baik jika kita bisa menjadi bagian dari 20% masyarakat, yang membagi keberlimpahannya kepada 80% yang lain. begitulah hingga kemerataan kesejahteraan dapat terwujud. hingga tidak ada lagi ketidak adilan di muka bumi ini.

salah satu perusahaan besar, yaitu Google. perusahaan ini misalnya, pada 1999 mampu meraih pendapatan sebesar $200.000 (jika diasumsikan $1 adalah Rp 10rb, maka sekitar Rp 2 miliar rupiah). pada 2000, Google mampu meningkat sebesar 940% hingga $19 juta atau Rp 190 miliar. pada 2002, pendapatan Google kembali meningkat secara signifikan, menjadi $440 juta atau Rp 4,4 Trilyun. pada 2003, penjualannya mencapai $1,5 miliar atau Rp 15 trilyun. kabar terakhir, Google pada tahun 2009 mampu meraup pendapatan sebesar $5,7 miliar atau sebesar Rp 57 trilyun.

Bayangkan, begitu besar pendapatan yang dapat diraih oleh sebuah perusahaan yang kabarnya hanya memiliki pekerja sekitar 20.000 orang saja. Lalu inginkah kita menjadi perusahaan besar seperti itu juga? Learn From The Expert. itulah yang akan kita lakukan. kita akan mengkaji apa saja kiranya strategi dan karakter dari perusahaan yang fokus pada pencarian di dunia maya ini, sehingga dalam waktu 10 tahun saja, mampu meraih peningkatan pendapatan hampir sebesar 3000 kali lipat!!! dan menjadi perusahaan besar taraf dunia.

Lalu apa saja visi, value, dan strategi mereka?

1. Memiliki VISI yang BESAR

Salah satu misi mereka adalah “melakukan hal besar untuk dunia”. Sergey mengatakan, “Mimpi seperti yang dibayangkan 25 tahun yang lalu belum juga tercapai. Saat perangkat lunak menjadi alat peling canggih untuk kolaborasi, produktivitas, dan efisiensi, pekerjaan ini belum juga selesai. dan, tidak ada yang lebih menyenangkan dari mengerjakan pekerjaan tersebut.”

M enurut Jim Barnett, “Mereka benar-benar serius membangun produk yang hebat, seperti yang dilakukan Steve Jobs. Saya tidak akan memakai kata idealistis, tetapi mereka berdiri di atas misinya dan akan tetap setia pada visinya. Mereka autentik dan berkomitmen dan didasari oleh nilai-nilai”.

Terkait manajemen, Google juga tidak ingin pemegang saham menekan mereka untuk memaksimalkan keuntungan dan harga saham setiap kuartal namun dengan mengorbankan tujuan jangka panjang. itulah mengapa Larry dan Sergey saat ini memiliki hak suara sebesar 60% dari total suara 100%.

2. Memiliki Prioritas dalam INOVASI

Setiap pekannya, Google menyediakan waktu sebesar 20% waktu kerja untuk membebaskan karyawannya melakukan “apa yang hendak mereka lakukan”. Maksudnya adalah, waktu untuk mereka memfasilitasi ide-ide kreatif mereka yang -sekalipun- tidak berhubungan langsung dengan pekerjaannya. “Anda harus memiliki cara untuk menyisihkan waktu ketika Anda memerlukannya. Jika tidak, hal-hal yang ‘melawan arus’ tidak akan terjadi”

Google juga membuat tempat penyimpanan informasi dari setiap proyek yang dikerjakan oleh setiap insinyur. mereka juga saling bertukar informasi tentang ide-ide kreatif mereka dan bagaimana mereka hendak mewujudkannya.

Larry dan Sergey membangun sistem tersebut untuk mencegah agar gagasan tidak mati sebelum melewati tahap konsep. “Apa yang menyebabkan kebanyakan perusahaan gagal dalam inovasi adalah karena mereka tidak memperhitungkan keseluruhan alur inovasi. Mereka cenderung memiliki mentalitas kotak saran. Mungkin minggu depan seseorang akan mengosongkan kotak tersebut. Anda tidak dapat memperoleh umpan balik atas gagasan Anda, dan gagasan itu pun mati dalam prosesnya. Kami memiliki banyak cara berbeda untuk mendapatkan umpan balik”

Namun terkait inovasi ini, mereka juga dapat dikatakan sangat baik dalam mempertemukan gagasan dengan keinginan pasar. Pendekatan mereka adalah melepaskan produk sebelum disempurnakan (beta version), lalu menggunakan internet untuk mengumpulkan opini dari jutaan pengguna untuk menyempurnakan desain mereka.

3. Budaya yang Kuat untuk FOKUS pada KONSUMEN

“Fokus pada konsumen dan segalanya akan meningkat”, begitulah salah satu prinsip Google.

Mereka juga berfokus untuk menjadi perusahaan yang bermoral tinggi. “Mereka memikirkan isu moral terlebih dahulu. Semua hal lain adalah nomor dua”, begitu ujar Richard L. Brant dalam bukunya. Craig Silverstein juga sempat menyatakan, “Larry dan Sergey yakin, dan filosofi perusahaan Google juga begitu, sebuah perusahaan masih mungkin menjadi perusahaan yang etis. Anda dapat menjadi jauh lebih sukses dengan cara itu”. Itulah juga rahasia di balik komitmen Google pada penjagaan rahasia para konsumennya.

Larry dan Sergey senang berpikir besar. Menurut Brilliant. “itulah cara berpikir mereka. Pola pikir mereka langsung pada tingkat tertinggi dan mereka mengungkapkannya.”

4. Mencari SDM TERBAIK untuk mengembangkan perusahaannya dalam JANGKA PANJANG

Larry, salah satu pendiri Google mengatakan, “Kami benar-benar menginginkan orang-orang yang memiliki idealisme dan benar-benar berhati-hati dalam usaha mempertahankan idealisme selama bertahun-tahun. Kami sangat yakin bahwa dalam jangka panjang kami akan dilayani lebih baik. walaupun kami membatalkan beberapa perolehan jangka pendek. Ini adalah aspek penting dalam budaya kami yang digunakan bersama secara luas di dalam perusahaan”

Bagi Google, mereka tidak menginginkan karyawan yang terlalu memikirkan uang. pembicaraan mengenai uang adalah pembicaraan yang tabu di perusahaan. mereka menginginkan karyawan yang sangat memiliki motivasi untuk melakukan sesuatu yang luar biasa. menciptakan karya emas. Ini adalah budaya yang sangat penting bagi Google, “Ini adalah sesuatu yang harus Anda pastikan ketika merekrut karyawan karena mereka sangat ingin bekerja di sini. mereka ingin menciptakan sesuatu, keberadaan mereka di sini tidak hanya demi uang”. sehingga karyawan sepakat bahwa peluang untuk melambungkan nama mereka sendiri bahkan lebih berharga dari janji kekayaan dari IPO.

Untuk beberapa posisi tertentu, Larry dan Sergey masih turun langsung dalam proses seleksi yang dilakukan Google. Mereka mewawancarai calon karyawan untuk menentukan kelayakan mereka. Uniknya, pola wawancara yang dilakukan Larry dan Sergey lebih kepada pembicaraan mengenai pemecahan masalah sehingga mereka mampu mengeksplor pola pikir calon karyawannya dengan tepat.

5. Memberikan Pelayanan TERBAIK untuk SDM TERBAIK

untuk dapat menarik minat SDM terbaik, Sergey -yang juga merupakan salah satu pendiri Google- mengatakan bahwa ia membuat suasana perusahaan sebagai tempat bermain yang ilmiah dan bersifat teknologi yang akan disukai oleh para penggila komputer. Semangat karyawan adalah budaya Google sebagai “sebagian kampus universitas dan sebagian lagi tempat bermain anak-anak”

Google menyediakan berbagai fasilitas bagi karyawannya: tempat foosball, permainan video, kursi pijat, “tempat tidur” sejenak, cafetaria gratis, dan lain sebagainya.

http://www.google.co.id/intl/id/corporate/culture.html

6. Budaya Kerja Keras yang Termotivasi untuk Menjadi Luar Biasa

salah seorang karyawan mengatakan bahwa atmosfer di Google ramag dan bersemangat dibentuk oleh tekanan untuk bekerja dalam jumlah jam kerja yang gila-gilaan: “Dua puluh jam per hari, enam hari seminggu adalah biasa”.

7. Meraih EFISIENSI EKONOMI TERTINGGI dalam setiap proses

Larry dan Sergey selalu mempertahankan sebagian besar kesederhanaan yang mereka pelajari di Stanford. Mereka masih membeli peralatan termurah yang dapat mereka temukan dan memodifikasinya agar sesuai dengan kebutuhan. Google hampir tidak beriklan sama sekali.

8. Memiliki akses yang baik pada Intellectual Capital (Stanford dan Berkeley University)

kata seorang petinggi Google, “Kami sungguh-sungguh merekrut banyak orang pintar. Kami juga merekrut orang yang memiliki jenis keterampilan berbeda”

“Elemen kunci yang kami coba temukan adalah orang-orang yang cerdas, produktif, orang-orang yang agak mengabaikan sesuatu yang tidak mungkin, orang-orang yang memiliki keterampilan kepemimpinan yang baik dan yang kami lihat menarik. Kami mencoba menghindari orang yang memiliki ego sangat besar yang tidak konsisten dengan kemampuannya atau tidak dapat bekerja dalam tim”

Lalu bagaimana pandangan mereka tentang pengalaman karyawan?

mereka berkata, “Terlalu banyak ‘konteks’ dalam suatu masalah dapat melumpuhkan inovasi. Jika terlalu banyak tahu tentang apa yang terjadi, Anda muncul dengan 27 alasan mengapa hal tersebut terasa berat.

Begitulah Google, mereka seperti Harry Potter setelah mengetahui bahwa ia seorang penyihir dan mendapatkan tongkat ajaibnya. Anda dapat mengharapkan hal-hal hebat dari mereka.

Referensi:

Buku “Inside Larry & Sergey’s Brain” karangan Richard L. Brant

http://www.google.co.id/intl/id/corporate/tenthings.html


*Tulisan terkait Google ini, entah sepenuhnya benar atau tidak. mari kita ambil yang baiknya untuk kita contoh dan kita kembangkan.🙂

One thought on “.. Strategi Google ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s