.. Learn from the Experts .


Sahabat, tahukah kamu bahwa teori ekonomi 80:20 juga berlaku pada satu Negara, termasuk Indonesia? DImana 80% perputaran uang hanya “dinikmati” oleh 20% elemen. Sebaliknya, 20% “sisa” uang tersebut akan “diperebutkan” oleh 80% rakyat. Begitulah kondisinya. Dan kondisi ekonomi suatu Negara, akan sangat dipengaruhi oleh birokrat dan konglomerat yang bercokol di Negara tersebut.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Siapa sajakah konglomerat-konglomerat di Indonesia yang memiliki peranan besar dalam menentukan dinamika ekonomi di Indonesia?

Pertanyaan selanjutnya adalah, adakah Kita mau menjadi bagian dari konglomerat-konglomerat terkemuka di Indonesia (bahkan di dunia)? yang dengan keberlimpahan itu, kita tidak bertujuan untuk memperkaya dan memanjakan diri kita sendiri, tapi untuk memberikan kebermanfaatan bagi sebanyak-banyak manusia, dan memberikan kesejahteraan bagi rakyat di Negara ini.

Pada majalah SWA edisi bulan Januari 2010, dijelaskan tentang beberapa korporasi raksasa di bangsa ini. Bagaimana mereka meraihnya, apa strategi di balik kekuasaan besar bisnis mereka, dan apa saja lini usaha yang membuat mereka menjadi raksasa ekonomi di Indonesia?

10 di antaranya adalah:

  1. PT. Barito Pacific. Perusahaan ini berhasil membukukan laba bersih Rp 560,42 miliar hingga kuartal ketiga tahun 2009
  2. Grup Rajawali. Rajawali sebagai investment company ingin memfokuskan perhatian pada bidang property, pertambangan, dan perkebunan.
  3. Grup Sinar Mas. Grup Sinar Mas yang memiliki banyak lini usaha, mampu meraup laba pada tahun 2008 sebesar US$90 juta (jika asumsi $1 adalah Rp10ribu, berarti sekitar Rp900 miliar). Perusahaan ini juga memiliki asset senilai US$ 10,48 miliar (atau sekitar Rp100 trilyun.
  4. Grup Rekso. Pemilik brand The Sosro ini sudah menjelma menjadi perusahaan besar di Indonesia.  Grup Rekso termasuk family business yang modern karena dikelola dengan professional. Ini sangat menarik karena kalau dilihat dari produknya, sangatlah inovatif, mulai dari kemasan hingga varian rasa sangat inovatif.
  5. Grup Bakrie & Brothers. Grup ini semakin intens dalam berinvestasi. Pada tahun 2009, Grup Bakrie mampu mencetak laba bersih sebesar US$ 15-20 juta (atau sekitar Rp150-200 miliar)
  6. Grup Medco. Perusahaan yang memiliki visi untuk menjadi kelompok usaha terpadu di bidang energy ini mampu meraup laba bersih sebesar US$ 292juta pada tahun 2008 (sekitar Rp2,9 trilyun)
  7. Grup Para. Grup yang memiliki stasiun TV Trans TV dan Trans 7 ini. Pemiliknya, Chairul Tanjung, merupakan salah satu orang terkaya di negeri ini. Majalah Forbes menempatkannya pada posisi ke 18 dengan asset ditaksir sekitar Rp2,8 trilyun
  8. Grup Salim. Dalam tiga tahun terakhir ini, PT. Indofood Sukses Makmur (ISM) melakukan restrukturisasi korporasi guna mewujudkan visinya menjadi penyedia total food solution. Sebelumnya, ISM hanya memiliki dua usaha operasional, yakni mie dan terigu. Bosnya, Om Liem, pada tahun 2006 ditempatkan pada posisi orang ke 10 terkaya di Indonesia oleh majalah Forbes, dengan total kekayaan US$800 juta (sekitar Rp8 trilyun).
  9. Grup Djarum. Bisnis rokok dan perbankan masih menjadi sumber pemasukan utama bagi Grup Djarum. Selain rokok, mereka punya BCA sebagai mesin uangnya yang baru. Tidak heran, pada tahun 2009, majalah Forbes menempatkan keluarga Djarum berada pada urutan teratas. Kekayaannya ditaksir mencapai Rp 70 trilyun.
  10. Grup Wings. Di industri toiletries tanah air, ada tiga pemain besar yang menguasai pasar: Inolever. P&G, dan Wings. Di antara 3 perusahaan tersebut, hanya Grup Wings yang merupakan perusahaan Lokal dari Indonesia. Agar bisa menjadi pemain Global, grup Wings harus terus meluaskan pasarnya ke Negara yang penduduknya banyak, seperti Amerika Latin, India, dan Cina. Juga, membangun merek dan tim pemasaran yang hebat di luar negeri

Itulah 10 perusahaan besar yang menjadi raksasa bisnis di Indonesia. Menariknya, jika kita coba analisis, mereka memiliki beberapa lini bisnis “favorit”:

  • 9 di antara 10 (90%) memiliki focus usaha di bidang property
  • Lini usaha perkebunan dan agrobisnis didalami oleh 6 dari 10 perusahaan (60%)
  • 60% di antara mereka juga serius dalam menjadi perusahaan investasi
  • 50% di antara mereka, juga memiliki kekuasaan besar dalam bisnis energy/ pertambangan dan Keuangan/ Perbankan

Satu hal penting yang perlu kita cermati juga adalah, kebanyakan dari mereka memiliki satu “keunggulan” dan “ekspertise” pada bidang tertentu yang darinya mereka menjadi “raja” dan meraup banyak keuntungan. Misalnya PT. Barito Pacific yang ekspert di bidang kehutanan dan bisnis petrokimia. Grup Sinar Mas yang memiliki pangsa pasar besar pada industri kertas. Grup Djarum pada industri rokok, dan Grup Wings pada industri Homecare. Dari Core Competence mereka itulah, mereka membangun pondasi enterprisenya dan terus mengembangkan sayapnya hingga mampu menjangkau berbagai lahan bisnis.

————————————————————————

begitulah sekilas mengenai beberapa perusahaan besar di Indonesia. yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi kita. hal ini, untuk menjawab hasrat untuk kaya agar bermaknamelimpah dengan berkah. itulah spirit dari entrepreneurship

Rasulullah SAW menjelaskan hubungan antara ”kemiskinan” dan kekayaan, dan antara kehinaan dan kemuliaan, beliau membawakan ceritera, sebagaimana Hadits Riwayat Bukhari, Muslim dan Nasai dari Abu Hurairah: “Pada suatu malam seorang laki-laki bersedekah kepada laki-laki lain, yang ternyata ia seorang pencuri. Lalu kejadian ini diperbicangkan oleh umum. Kemudian di waktu lain, laki-laki tersebut bersedekah lagi kepada seorang perempuan, yang ternyata ia seorang pelacur. Lalu orang-orangpun membicarakan kejadian itu lagi. Kemudian laki-laki yang bersedekah itu pada malam harinya mimpi kedatangan seseorang yang berkata kepadanya: Adapun sedekah anda kepada pencuri itu, mudah-mudahan dapat menjadikan ia berhenti dari mencuri. Begitu pula, sedekah anda kepada perempuan lacur itu, dapat menjadikan ia berhenti dari perbuatan lacur (=zina).”

Begitu besar potensi kebaikan dari keberlimpahan. Semoga saya juga -nantinya- mampu menjadi sebaik-baik Entrepreneur, yang mampu memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi masyarakat luas.

wallahualam bisshawwab

——————————————————————————————————

hikmah itu, tidak hanya tersebar dari buku-buku teori dan tidak hanya dapat dipetik dari kejadian aktual di dunia nyata

tapi hikmah juga terserak dalam setiap jenak mimpi, harapan, dan kisah fiktif yang diadakan.

karena seperti mimpi yang masih belum nyata, Kita pun dapat menyusun sendiri kisah fiktif kita,

menyusunnya dengan berkas-berkas cahaya yang penuh dengan hikmah-inspirasi bagi orang lain..

hingga kita melihatnya menyeruak nyata dalam setiap jengkal hidup kita.. ^^

One thought on “.. Learn from the Experts .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s