Rabun Dekat Disorientasi




tidakkah kau malu, pada kursi dan meja kuliahmu; bahwa keringat hasil pajak menjelma menjadinya?
tidakkah kau malu, pada ilmu yang kau tuntut sejadi-jadinya; bahwa pada akhirnya ia hanya menjadi seongok residu pergelaran?
tidakkah kau malu pada Tuhanmu; bahwa ia telah meninggikan derajatmu, jika kau memang orang yang berakal dan berilmu?
tidakkah kau bertanya pada dirimu; untuk apa semua “kemewahan” ilmu yang ada padaku sekarang?

Melihat fenomena beberapa hari terakhir, saya terpikir sesuatu yang –menurut saya- biasa dan saya yakin banyak orang yang menyadarinya; namun tidak cukup banyak yang berani menyikapi atau mengakuinya, terlebih memikirkannya.

Ya, saya sedang berbicara tentang kompetensi dan idealisme mahasiswa. Mahasiswa sebagai insan akademis sudah seyogyanya memiliki tujuan dan latar belakang di balik setiap aktivitasnya, terlebih yang terorganisasi dan melembaga. Namun sayang, saya lihat mereka mulai kehilangan esensi dan substansi dari tujuan kegiatan itu sendiri. Sehingga mendahulukan metode dibandingkan tujuan, memprioritaskan ketenaran dibanding bobot kegiatan.

Mereka bukan hanya kehilangan tujuan dan substansi kegiatan, namun lebih parahnya mereka kehilangan keterampilan untuk melakukan perencanaan kegiatan yang mengandung efektivitas dan efisiensi yang tinggi. Puluhan juta, ratusan juta, bahkan miliaran rupiah di-‘hamburkan’, tapi kita lupa dengan mekanisme evaluasi tujuan yang valid dan terukur. Hm, saya khawatir kita bukan lupa, kita hanya tidak cukup cerdas untuk dapat (atau mau?) memikirkannya; karena bukankah pada akhirnya tujuan akhir adalah parameternya?

Bayangkan, tidak jarang untuk pengadaan suatu acara, terlalu banyak yang harus dikorbankan, terlalu banyak yang dirugikan, dan terlalu banyak yang kepentingannya ditelantarkan. Pertanyaannya, apa yang mereka dapat dari acara itu? Apa yang masyarakat dapat? Waktu yang terbuang, lalu lintas yang terhambat, ketertiban yang terganggu, suara yang memekakkan, apalagi? (baiklah, memang ada keuntungan dan manfaatnya, tapi setarakah dengan akumulasi kerugian itu?)

Misalnya lalu lintas. Berdasarkan data, kemacetan di Jakarta memberikan dampak kerugian setara dengan 28,1 trilyun rupiah dalam 1 tahun. Jika kita bagi rata dengan asumsi 1 tahun adalah 360 hari, itu berarti sekitar 78 milyar per hari!! Maka terpikirkah bahwa hal itu, juga seringkali terjadi pada berbagai kegiatan besar yang dilakukan mahasiswa? Entah berapa akumulasi waktu orang lain yang terbuang akibat pengalihan, berapa kepentingan orang terkorbankan akibat kemacetan yang ditimbulkan. Dan pertanyaannya, pernahkah kita benar-benar memikirkannya?

Selanjutnya, anggaran. Bayangkan apa yang bisa dihasilkan dari –misalnya- 2 miliar rupiah bagi masyarakat? Perbaikan ekonomi, kredit tanpa agunan dengan bunga sangat rendah, katalis usaha mikro dan menengah; bukankah dana sebesar itu dapat memberikan dampak perbaikan kesejahteraan yang dahsyat untuk masyarakat? Luar biasa, saya pikir 2 miliar rupiah untuk konsumsi rakyat kecil, dapat memberikan penghidupan tidak kurang sebanyak 2000 orang selama 100 hari!! Maka mana yang lebih utama?

Sekali lagi, saya harap mahasiswa dapat lebih bertanggungjawab terhadap identitasnya, dan semakin memiliki rasa malu untuk melakukan kebodohan-kebodohan semacam itu. Ini bukan paham anti hedonisme atau aktualisasi, namun ini paham idealisme kokoh seorang mahasiswa dewasa, yang paham benar dampak dari setiap perbuatan yang dilakukannya.

Ini adalah refleksi, untukmu wahai penulis, dan untuk kalian para mahasiswa. Agar kalian tidak mementingkan rupa, dan mengesampingkan makna. Agar kalian tidak terpedaya oleh gengsi hingga abai pada substansi. Agar kalian tidak lebih banyak memberikan mudharat dibanding manfaat. Agar kalian, kita semua, dapat menjadi mahasiswa yang berkontribusi signifikan bagi masyarakat, dengan setiap agenda kegiatan kita.

Demi Tuhan, untuk Bangsa, dan Almamater.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s