opinion leader


“Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas alam semesta” (QS Al Baqarah: 251)

 

As-Sa’di menyatakan dalam tafsirnya, “Andai Allah swt. tidak menggunakan orang yang berperang di jalan-Nya untuk mencegah tipu daya orang jahat dan persekongkolan kaum kafir, maka dunia akan rusak dengan berkuasanya orang-orang kafir di bumi, sehingga mereka menegakkan syiar-syiar kekufuran, mencegah manusia beribadah kepada Allah swt, dan menghalangi kemenangan agama-Nya”

Sahabat, dalam era “demokrasi” dan kebebasan berpikir ini, kita harus lebih cerdas dan lebih tanggap dalam menghadapi berbagai isu. pada era ini, tidak ada kebenaran mutlak. prinsip umumnya: yang terbanyak dan bertahan paling lama dalam menyuarakan, itulah yang benar. langit yang memang berwarna biru misalnya, dapat menjadi merah jika semua orang menganggapnya -dan bersepakat bahkan membuat konsensus- menyebutnya berwarna merah. menarik bukan?

Begitulah tantangan kita sekarang. alur informasi yang begitu cepat seringkali membuat kita dan masyarakat awam bingung: yang mana yang harus dipercaya?. pada saat itulah seharusnya kita muncul, sebagai seorang yang bertekad menegakkan islam di bumi ini. sebagai seorang yang percaya bahwa islam adalah ideologi terbaik, solusi bagi segala permasalahan: kita harus menjadi garda terdepan pengusung opini yang terpercaya.

Think Globally, Act Locally. Begitu kurang lebih kata-kata bijak yang beredar luas. ya, mari kita berpikir tentang kampus kita, khususnya mengenai corong opini. salah satu harapan kita terkait ini adalah, massa kampus selalu mendapatkan referensi yang baik untuk mereka memilih. dan sekali lagi, kita harus menjadi supplier utama yang terpercaya bagi mereka.

Pada ayat dan paragraf awal di atas, diterangkan bagaimana Allah selalu menjadikan “penyeimbang” bagi kejahatan dan keburukan. lebih dari itu, kita memang bercita-cita untuk menebarkan kebaikan dengan segala cara dan segala sisi. sehingga umat ini selalu mendapatkan cahaya pencerahan saat dihadapkan pada dilema hitam-putih.

begitulah kawan, kita tahu dan sudah seharusnya kita minimal, tertantang untuk menjadi corong opini yang baik, benar, objektif, kritis, solutif, dan jernih.

Setelah sedikit mempelajari tentang teori propaganda, ini sekilas uraiannya:

Menurut Dan Nimmo (1993), ada tiga pendekatan kepada persuasi politik, yakni propaganda, periklanan dan retorika. Semuanya serupa dalam beberapa hal yaknibertujuan (purposif), disengaja (intensional) dan melibatkan pengaruh; terdiri atas hubungan timbal balik antara orang-orang dan semuanya menghasilkan berbagai tingkat perubahan dalam persepsi, kepercayaan, nilai dan pengharapan pribadi.

caranya?

Propaganda Vertikal: Satu ke Banyak (komunikasi bersifat lebih frontal dan politis)

Propaganda Horizontal: Banyak ke Banyak (komunikasi bersifat membentuk opini secara kultural)

masing-masing memiliki karakter yang berbeda, dan keduanya perlu dilakukan untuk mampu “memenangkan” opini.

 

yah kalo mau baca-baca tentang konsep propaganda lebih dalam bisa browsing sendiri lah ya..🙂

okelah, uda kepanjangan. jadi intinya, saya punya harapan:

  • kita harus berupaya untuk menjadi corong opini di kampus (dalam hal ini media online, yang sedang marak fb dan twitter).
  • kita harus reaktif dalam mengcounter berbagai isu yang salah dan tidak baik
  • kita harus, bukan hanya reaktif dalam mengcounter isu, tapi juga memberikan second opinion yang lebih baik
  • sehingga pada akhirnya, kita bisa menjadi corong opini di kampus, melalui berbagai media

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s