..antara aku, kau, dan ITB kita..


saya heran, kampus saya sekarang membingungkan

dulu, saat ITB masih menjadi tujuan kampus saya, saya membayangkan sesuatu yang sangat ideal di dalamnya

ITB yang terkenal sebagai institut terbaik bangsa. yang mahasiswanya selalu lahir menjadi pembesar-pembesar bangsa

yang setiap jenak dan jengkal nya berorientasi pada prestasi dan karya nyata

mereka yang terobsesi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

yang tidak pernah jemu dengan penelitian dan aplikasi keilmuan

menempa dan ditempa untuk mempersembahkan kebermanfaatan diri

namun sekarang,

kampus ini berubah, setidaknya dalam pandanganku. kampus ini jadi membingungkan

inikah institut terbaik bangsa? yang di hampir tiap sudutnya banyak hal dan aktivitas sia-sia?

inikah rahim generasi pembangun peradaban? yang bahkan kepedulian sosialnya banyak dipertanyakan?

inikah kampus yang dikenal sebagai miniatur bangsa Indonesia? yang konfrontasi nya sangat menyayat hati dan memekakkan telinga?

ah, bukan. bukan seperti ini kampus impian

bukan seperti ini center of excellence

bukan seperti ini kampus bertaraf internasional

ITB harus banyak belajar. dan karenanya saya harus banyak belajar

saya harus mencoba memahami dan mengerti

kekhawatiran ini tidak akan berhenti di sini

kecemasan ini tidak akan berakhir menjadi residu keluhan tak berarti

saya percaya,

kecemasan adalah benih-benih kepahlawanan

benih yang ditumbuhkan dengan air keikhlasan

benih yang disinari oleh cahaya keyakinan

benih yang kan tumbuh dengan keindahan pengorbanan,

benih itu, mewujud sebagai para pahlawan,

dan waktu, akan terus melaju

meninggalkan para pecundang di belakangnya

dan melaju bersama para pahlawan yang menghiasinya

keikhlasan adalah harga mati pengorbanan!

dan kita tidak seharusnya mengenal kata jemu dalam perjuangan

para pahlawan, jangan mengharapkan kedatangan mereka

siapapun kamu, mahasiswa, aktivis, akademis, musisi, atlit, siapapun kita!

jangan menunggu datangnya pahlawan

karena mereka telah hadir di sini

mereka adalah kau, aku, dan kita!

mereka hanya belum merebut takdir kepahlawanannya

mereka hanya belum memulainya

sekarang, selamat datang para pahlawan

kalianlah, bunga-bunga peradaban

untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater

Merdeka!

-tulisan untuk menjaga idealisme dan optimisme. bangkit!-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s