.. rembulan tenggelam di wajahmu ..


Kawan, dalam hidup ini, terdapat banyak hal yang tidak kita ketahui. Terdapat banyak tabir yang sengaja diberikan Langit untuk kebaikan para makhluknya di bumi. Kehidupan bisa merupa bagaimana saja, dan tahukah kau? Itu sudah tertulis. Jauh-jauh sudah tertulis dalam satu buku besar yang menyimpan segala jalan kehidupan.

Dalam hidup ini, mungkin banyak dari kita yang bertanya-tanya tentang banyak hal. Seringkali melompat-lompat, bertanya lagi hal baru sebelum mendapatkan jawabannya. Berlari dari satu persoalan ke persoalan lainnya. Bukan. Bukan untuk mencari jawaban yang terpendam. Namun sebenar-benarnya untuk lari karena putus asa atas ketidak-berujungan pertanyaan tanpa jawaban itu.

Saat kau bertanya kenapa musibah ini menimpaku? Kenapa mereka begitu beruntung sedangkan saya tidak? Mengapa hidup terasa sangat hampa? dan terus bertanya. Bertanya terus menerus. Tidak berhenti. Tidak terhenti.

Kawan, pada saat itu. Dengarkanlah. Pejamkanlah matamu. Rasakanlah dengan hatimu. Padamkan sejenak pikiran kita yang terbungkus emosi dan tendensi; karena itu membutakan hatimu! Cukup pejamkan mata kepalamu, agar mata hati itu mendapatkan ruang untuk “melihat”. Percayalah, Langit selalu memiliki jawaban atas setiap pertanyaan. Mampu memberikan gambaran terhadap keajaiban-keajaiban dan keanehan fenomena yang terjadi. Yakinlah, selalu ada jawab dari setiap pertanyaan.

Kawan, pada saat itu, kita hanya perlu berpikir positif kepada Langit. Percaya bahwa Ia mencintai kita lebih dari apa yang kita pikirkan. Bahwa jawaban dari setiap pertanyaan itu selalu ada, bahkan sangat dekat dengan kita. Bahwa skenario-Nya terlampau indah untuk bahkan mampu diprediksi oleh otak kita.

Begitulah, kau berkata, kenapa aku selalu ditimpa permasalahan yang seakan tidak kunjung usai?
di sana Langit berkata, itu adalah jawaban dari doamu untuk diberikan kekuatan

Saat kau berkata mengapa musibah ini datang kepadaku sedangkan di seberang sana, banyak orang lain yang lebih pantas menerimanya?
di sana Langit berkata, itu untuk menggugurkan dosa-dosamu, mencucimu di dunia. karena Langit lebih menghendaki akhirat sebagai bagianmu. Dan dunia bagi mereka yang lalai.

Saat kau berkata mengapa nikmat itu tidak pernah diberikan kepadaku?
di sana langit berkata, bahwa Langit tahu betapa lemahnya dirimu. Bagaimana kamu akan lalai kala nikmat itu datang padamu. Dan Ia tidak menghendaki kau menjauh dari Langit. Agar kau senantiasa memandang gemintangnya. Bercerita kepadanya. Mencurahkan isi hati hanya kepada-Nya.

Bukankah masih banyak pertanyaan? Ya. Tapi bukankah selalu ada jawaban dari setiap pertanyaan? Bukankah selalu ada kesempatan di setiap celah permasalahan?

Kawan, kita memang bukan manusia suci. Bukan malaikat yang bersayap anggun. Bukan. Tapi percayalah bahwa Langit mencintai kita lebih dari apa yang kita pikirkan.

Manusia-manusia mulia dahulu pun bukannya tidak pernah mengeluh. Bukannya tidak pernah bersalah. Namun tahukah? Mereka kembali. Sesederhana itu, mereka kembali tepat pada waktunya. Ah, surga memang masih jauh. Namun bukankah itu adalah janji yang dekat? Seperti perbedaan 1 langkah bagi sang pentobat yang menemukan surganya; hanya dengan 1 langkah saja! Ah, seluruh kejadian ini, akan mampu mengantar pada perjalanan jauh tersebut.

Kita seringkali seperti anak kecil yang berkata: “Aku ingin mainan itu! Aku ingin!”. Dengan cara yang berbeda, yang (seakan) lebih dewasa dalam menyikapi hidup, kita berkata: “Kehidupannya jauh lebih baik. Dia beruntung sekali!”. Ah, kawan, kebesaran hati selalu dapat dilihat dari sini. Cinta dunia tidak akan menghasilkan apa-apa. Kecuali hampa.

Maka saat kau berada pada tinggi putaran rodamu, mendongaklah ke atas. Bersyukurlah. Sehingga itu baik bagimu.

Dan saat kau berada di titik terendah putaran rodamu, tengoklah ke bawah. Masih banyak nikmat yang kau dapat bukan? Maka kau pun akan bersyukur. Dan itu pun baik bagimu.

Kawan, seperti itulah. Sesederhana itu. Sangat sederhana!!!

Sungguh apapun yang menimpa kita, itu sudah tertulis. Sikap kita menentukan segalanya.

Tapi bukankah kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi? Maka berbaik sangka lah! Optimislah! Citakan yang terbaik, yang tertinggi! Dan lihatlah mimpi-mimpi itu merupa menjadi nyata. Kau istimewa kawan, kau spesial. Kau terlahir untuk menjadi luar biasa. Menjadi rahmat bagi semesta. Berbagi senyum kepada sesama. Memberikan cercah kebahagiaan kepada mereka yang beruntung berada dalam masa yang sama. Percayalah kawan. Kau tetap istimewa..

Dan perhatikanlah, hidup ini yang terpenting adalah pada ujungnya. Maka berkorbanlah untuk akhir yang baik tersebut. Dengan semua yang kau miliki. Semua…

 

*terinspirasi dari novel Tere-Liye “Rembulan Tenggelam di Wajahmu”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s