renungan pagi | tujuan, cita-cita, visi


hmm, pagi ini baca blog orang yang berbicara tentang tujuan;cita-cita;visi. ditambah lagi kemarin diskusi sama teman, tentang materi sebuah diklat kemahasiswaan yang katanya menjadi “Visi Hidup dan Kebebasan Substansial” (cmiiw). aneh banget judulnya, padahal selama ini rasanya “Visi Hidup Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”. ckckck. ga paham saya. ini emang zaman udah berubah segitunya ampe nilai-nilai ketuhanan dikesampingkan? atau dampak sekulerisme sebegitu kuatnya bagi mahasiswa yang tergolong cerdas? atau gimana ya. hmm„

anyway, saya ga mau ngebahas diklat kemahasiswaan itu disini, biarlah yang lebih paham yang akan mengurusnya. memang kalo bicara tentang tujuan, cita-cita, dan visi hidup, seringkali kita bahkan masih berdebat mengenai definisi masing-masing. apa bedanya cita-cita dengan visi? bedanya visi dan tujuan? dan seterusnya. pada dasarnya menurut saya karena nilai-nilai ini jika untuk pribadi hanya akan dokonsumsi untuk diri kita sendiri, kita tidak perlu terlalu panjang memperdebatkan definisi ketimbang substansi. jadi pilihlah jalanmu sendiri!🙂

bagi saya sendiri: tujuan itu sesuatu yang mana kita senantiasa berjalan menuju ke arahnya. menjadi koridor dalam jalan hidup kita. dan tidak akan pernah selesai sampai kita mendapatkannya. jadi kalo bagi saya, tujuan hidup saya adalah untuk beribadah kepada Allah, menggapai cinta dan keridhoan-Nya, dan masuk surga Allah dengan ridho-Nya. tujuan inilah yang akan mendasari seluruh aspek dan aktivitas saya dalam kehidupan.

cita-cita, bagi saya adalah gambaran besar yang kita harapkan dalam hidup kita. ini sangat umum dan menjadi perantara antara tujuan dan visi. jadi kalo bagi saya, cita-cita saya adalah menjadi sebaik-baik manusia dengan sebanyak-banyak manfaat bagi orang lain; dengan menjadi pengusaha sukses, yang ikut menjadi bagian dari pembagunan peradaban, dengan meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat, menuju Indonesia Madani. (sotoy banget ya? hehe. biarin deh, aminin aja yak =9 )

terakhir, visi bagi saya adalah sebuah visualisasi, sebuah gambaran tentang apa yang kita harapkan. karena ia merupakan visualisasi, saya membuat visi hidup saya bertahap, sejak visi jangka pendek hingga visi jangka panjang. agar kita memiliki checkpoint bagi ketercapaian target dalam hidup kita. misalnya, visi saya dalam 10 tahun ke depan, sudah menjadi pengusaha nasional, membuka lapangan kerja 2000 orang, omzet 1 trilyun, punya yayasan, punya keluarga dakwah, istri dan anak yang soleh/solehah, dll. *kalo yang ini off the record* hehe

————————————

yah, intinya yang mau saya sampaikan, apapun tujuan/cita-cita/visi hidup kita, haruslah memiliki dasar yang kuat dan bersumber dari kepercayaan, keyakinan, dan aqidah yang sangat kuat dan tidak akan goyah. bayangkan, jika tujuan hidup kita menjadi orang kaya. tujuan itu haruslah mampu menjawab pertanyaan “kenapa?” sampai bertingkat-tingkat, dan akhirnya pastilah merupakan kepercayaan dan aqidah seseorang kepada Tuhannya.

jika kita tidak bisa menjawab “kenapa?” itu sekarang, kita akan terpaksa menjawabnya kelak, dan bisa jadi terlambat. naudzubillah semoga menjadi refleksi untuk kita semua, termasuk panitia diklat yang katanya tidak mendasarkan materi visi hidup berdasarkan nilai-nilai ketuhanan.

4 thoughts on “renungan pagi | tujuan, cita-cita, visi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s