.. garis batas ..


bukan pertama kali sebenarnya merasakan ini. tapi setiap kali teringat, saya bersyukur. ya, bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk mengingat, diberi peringatan agar tidak terjerumus lebih dalam.

terkadang, saya merasakan saat-saat dimana waktu begitu sempit, terlalu sedikit, tidak kooperatif, di luar logika akal sehat untuk menyelesaikan semua kewajiban dalam rentang masa yang tersedia. ada saat-saat dikejar deadline, dikejar target, semua aktivitas terasa berada dalam kuadran prioritas GENTING-PENTING.

semua terasa sangat melelahkan. cuma berkali-kali saya mengalaminya, selalu saja ada perasaan yang sama di akhir titik perhentiannya. kepuasan yang mendalam karena telah mencurahkan semua usaha, dan mendapatkan hasil yang -terlepas dari cemerlang atau tidak- buat saya sendiri memuaskan.

tapi tidak selalu seperti itu. ada kalanya pula di perhentian terakhir segala kepenatan dan kepadatan itu, ditutup dengan rasa penyesalan yang amat dalam. menyesali apa yang sudah terjadi, mempertanyakan untuk apa bersusah-susah hanya untuk hasil seperti “ini”. biasanya itu muncul saat kau tahu, kalau kau bisa memutar balik waktu, kau akan mampu meraih yang lebih baik dari “ini”.

hmm..

saya bingung. saat menulis ini pun sebenarnya pikiran saya sudah meloncat kemana-mana, dan tentu saja, jari-jari saya tidak cukup gesit untuk mengimbanginya. jadi, saya akhirnya perlu untuk kembali ke lompatan pikiran sebelumnya, dan menuliskannya kembali.

sama juga seperti kondisi deadline di atas, saya percaya bahwa hidup kita adalah rangkaian deadline-deadline yang terdiri dari beragam ukuran rentang waktu. berbeda panjang-pendek masa. hidup-mati; lajang-menikah; sekolah-bekerja; sma-kuliah; awal semester-akhir semester; tugas harian-tugas besar semuanya punya rentang waktu.

seringkali kelapangan waktu dalam pikiran kita jadi membunuh kreativitas kita, meredam potensi kita, melemahkan langkah kita, menumpulkan visi kita, memperlambat lari kita. sampai kita berhenti pada deadline-deadline itu, kita terkaget karena kita belum selesai.

pada akhirnya, kita hanya selalu harus mengingat, bahwa setiap jenak dalam waktu kita adalah rangkaian deadline. dan dengan selalu mengingatnya, kita akan terus berlari, tidak untuk berhenti!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s