dilema ekspektasi


Everything-about-the-Eifel-Tower-7

dalam satu jenak waktu, terkadang ada dua kutub yang berlawanan, antara meneruskan atau menunda. antara berlari sendiri atau menunggu bersama. antara menahan atau melepaskan.

bukankah jika terdapat tujuan akhir yang jelas, keduanya bisa jadi kebaikan? karena meneruskan berarti melanjutkan perjuangan, menunda berarti bersabar atas kondisi sekitar.

namun dalam beberapa kondisi, kita benar harus memilih. dan peluang yang ada, membuat kita kadang tidak bisa menunggu lebih lama. karena pada prinsipnya, menunggu bukanlah kegiatan pasif, namun kegiatan aktif mempersiapkan untuk menyambut sesuatu. jika memang ada semangat mempersiapkan diri, maka menunggu menjadi berarti.

hanya jika tidak ada semangat itu, maka menunggu hanya membuang waktu tanpa batas akhir yang baku.

bukankah saat itu sebaiknya kita melanjutkan dan menjadi teladan? agar mereka belajar untuk berani. agar mereka belajar untuk mengerti. agar membuat mereka ingin berlari.

karena tidak ada salahnya menjadi gedung tinggi menjulang yang menerangi, bukan?

 

#beranimemilih

5 thoughts on “dilema ekspektasi

    1. hehe bingungin ya? maksudnya sih kira2, kadang kita punya ekspektasi terhadap orang lain. misalnya berharap bahwa seseorang bisa menyamai kecepatan langkah kita. tapi terkadang ekspektasi itu tidak tercapai. dan masalah nya adalah, kalau tidak ada kemauan yang kuat untuk melakukannya. hehe jadi makin bingun ya?😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s