menggapai mula


tidak mudah menjadi dia
pikirnya analitis, batinnya spekulatif
terkadang lelah dengan asumsinya sendiri
terlalu sering gamang dengan persangkaan pribadi

percabangan jalan terlalu beragam
alternatif yang dia buat terlampau diversif
ia lelah dengan pilihannya sendiri
ia menyerah atas pikirannya sendiri

tidak mudah menjadi dia
karena setiap pilihan terkadang menyakitkan
bagi dirinya atau yang di belakangnya

mungkin itulah kenapa pilihan menentukan masa depan
terkadang di titik ini, kita hanya perlu
menggapai mula
menjernihkan kembali semua asa

aku, kau, dan masa depan
hanya Tuhan yang tahu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s