scrapbook


scrapbook

Jadi ceritanya 16 juni 2015 kemarin, pagi2 saya harus ke salah satu kampus di bilangan Depok, untuk menghadiri suatu acara. Malemnya saya harus ke bandara buat berangkat, jadi H-1 hampir semua barang udah dipacking dan udah tinggal dibawa.

Total sih ada 2 koper, 1 travel bag, dan 1 ransel. Semua sudah siap saat saya pulang dari acara di depok, tinggal angkut ke mobil.

Intinya semua berjalan sesuai rencana, dari mulai keberangkatan sampai masuk airport. Namun setelah masuk ke dalam airport, tas ransel saya diperiksa dan dibuka isinya. Disitu saya baru menyadari, ada barang yang tidak saya kenali. Karena ransel sedang diperiksa, saya hanya melihat dari kejauhan sambil heran..

Apakah ini konspirasi!? Haha bukan. Barangnya unyu gt dibungkus kain pink.

Setelah diperiksa, saya masuk ke terminal dan baru saya cek lagi barang tadi. Ternyata isinya adalah…eng ing eng… SCRAPBOOK!!

Ya, istri saya ternyata membuatkan scrapbook ini diem2 dan memasukkannya ke dalam tas tanpa sepengetahuan saya. It was very sweet. At that time, I have already missed them.

I always miss them. so much.


Terkadang jarak memang menjadi katalis rasa. Seperti angin membadai, kau tidak melihatnya, kau merasakannya. Tak terlihat, tapi terasa dahsyat. Cinta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s