Posted by: adjiewicaksana | June 15, 2009

ttg cahaya (5)

wish_upon_a_star_by_cryssielyn3

mana yang kau pilih?

menjadi bulan yang indah benderang
atau bintang yang anggun berkelip?

bulan,tak sehebat bintang
ia tak memancarkan sinar

namun..
aku hanya ingin tak peduli

karena aku tahu
bulan selalu menemani bumi
tetap membersamai di siang dan malam hari
ia setia, walau kadang terlupa

dan keindahannya di langit malam
begitu ampuh menghapus kelam

namun..
aku hanya ingin tak peduli

karena sekalipun bintang terlihat kecil
aku pun tahu
pesona dan kehebatannya tak tertandingi

walau ia jauh -sangat jauh-, tak kuragukan keteguhannya
dalam memancarkan sinarnya bagi semesta
menyelip tegar dalam taburan sesamanya
menggoreskan senyum bagi pengagum malam
ia tak terlupa, tapi tak terbaca

maka yang manapun yang kau pilih
aku..
hanya ingin tak peduli

karena aku percaya.hanya ingin percaya

Posted by: adjiewicaksana | June 11, 2009

InTechno2008

Alhamdulillah, InTechno2008 telah sampai pada akhir rangkaian acara. InTechno2008 terdiri dari beberapa rangkaian acara, yaitu talkshow, supercamp, dan kunjungan industry.

Talkshow ini bertemakan Burn Your Innovation, dengan mengundang Bapak Sugiharto (mantan menteri BUMN) dan kak Dwi Arianto (entrepreneur muda) sebagai pembicara, dan dimoderatori oleh kak Leonardo (TI 2004). Acara ini berlangsung pada 25 April 2009 bertempat di RSG planologi, dan sekaligus sebagai opening dari rangkaian acara InTechno2008. Talkshow ini dihadiri oleh 55 orang peserta.

Rangkaian kedua adalah SuperCamp. DSC01076

DSC00944

DSC00925

DSC01100

Acara ini berlangsung pada tanggal 30 Mei s.d 1 Juni 2009. SuperCamp ini terdiri dari beberapa acara, yaitu materi, outbond, pentas seni, teknologi terapan, dan lain sebagainya. Bertempat di Komplek At-Taqwa KPAD Bandung, acara ini dihadiri oleh total 32 peserta, dengan 22 ikhwan dan 10 akhwat.

Sebagai penutup rangkaian acara, diadakan Kunjungan Industri.

DSC01122

DSC01133

DSC01142

DSC01193

2 bus diberangkatkan dari Masjid At-Taqwa sekitar pukul 06.30 hari Senin, 1 Juni 2009. Diikuti oleh 66 peserta ditambah 6 orang panitia, kedua bus berangkat mengunjungi pabrik Indofood di Karawang dan pabrik industry kimia NALCO di Bogor. Acara ini berlangsung hingga sekitar pukul 18.00 dan bus tiba di Bandung sekitar pukul 22.00.

Semoga seluruh rangkaian acara di atas mampu memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi peserta serta diiringi keberkahan dari Allah SWT. Semoga tema yang diusung acara ini, yaitu “Accelerate Yourself to be a Great Muslim Engineer” dapat terinternalisasi bagi semua elemen yang terkait.

Semoga program dakwah ini tetap berlanjut untuk tahun-tahun berikutnya dengan konsep dan pelaksanaan yang lebih baik lagi.amin.

COMING SOON!!!

InTechno2009

Posted by: adjiewicaksana | May 25, 2009

untuk kader G’07

Assalammualaikum.wr.wb

temen2 gamais angkatan 2007,,apa kabar nih??^^

masih inget pamflet2 di bawah ini ga??

korwil undangan copy

 

 

 

 

 

 

 

oprek fix copy

 

 

 

 

 

 

 

pamflet A4 copy

 

 

 

 

 

 

 

pamflet foemus copy

 

 

 

 

 

 

 

waaahhh,,,uda lama bgt yaa…

kita reunian yu? (??),,mxudny qt silaturahim yu???

di:

pamflet G07 compressed edit waktu

tolong disebarin yaaa..^^

-karena kita keluarga-

Posted by: adjiewicaksana | May 8, 2009

Narasi Besar di Zamrud Khatulistiwa (2)

Sebuah Epilog Kebangkitan

 

Bumi pertiwi ini terlalu indah, kawan…

Lihat, dan telusurilah…

Kau akan lelah membilang-bilang

 

Sampai kapanpun

tak akan pernah jemu kami kisahkan pada anak cucu kami …

karena tak perlu kami beritahu sedikit tentang utang yang belum dibayar

tak perlu kami sisipkan umpatan untuk aib petinggi negeri

karena kami pernah dikhianati dengan janji-janji

tak akan ada selentingan  tentang kebodohan, kemiskinan, dan ketidakadilan

Kami hanya bercerita tentang zamrud di khatulistiwa

tempat melati mengakar lalu mekar dengan bangga

tempat anak-anak pribumi tersenyum lepas,

dan orangtua mereka lupa cara mengeluh pada petinggi

kami hanya beritahu betapa luar biasa bangsa ini

tentang harga diri yang kami junjung tinggi, dan tentang kejayaan demi kejayaan

Hingga nanti, anak cucu kami dengan bangga menceritakan lagi kisah ini,

Dan mewariskan kembali bumi pertiwi

 

Sungguh begitu indah, kawan…

Lihat, dan telusurilah…

Kau akan lelah membilang-bilang

Apalagi,

Selain kami ingin

agar ketika bangsa ini terbangun esok hari..

Ia sedang tidak lagi bermimpi…

Posted by: adjiewicaksana | May 8, 2009

Narasi Besar di Zamrud Khatulistiwa

oleh : 

Rd. Adjie Wicaksana (mahasiswa teknik industri ITB angkatan 2007)

 

Kawan…

            Pernahkah engkau membayangkan sebuah negeri indah nan elok yang membentang luas terbelah garis khatulistiwa?

            Negeri itu begitu nyaman. Alamnya sangat rupawan. Gunung menjulang, pantai dan laut terbentang, hutan tropis memberikan keteduhan, dan berbagai lukisan Tuhan yang tidak akan pernah mampu disetarakan dengan keindahan buatan manusia.

            Dalam negeri indah itu, tinggal ratusan juta manusia luar biasa yang dapat menentramkan kita hanya dengan senyum dan kehangatannya. Anda tidak akan pernah merasa khawatir berada di sana, karena budaya tolong menolong sudah mengakar hingga ke setiap pribadi mereka. Kesantunan bertemu dengan keluhuran budi dan tingginya intelektual menjadikan masyarakat ini masyarakat yang dapat membuat semua orang betah berlama-lama membersamai mereka.

            Tinggallah sebentar bersama mereka dan Anda akan takjub melihat pola hidup mereka. Setiap mereka menjadi seorang yang sangat haus akan pendidikan. Fasilitas pendidikan sangat mudah untuk dijumpai dan diakses oleh siapapun. Itulah mengapa seluruh masyarakat negeri pasti mampu mengenyam dunia pendidikan minimal hingga tingkat menengah atas. Dan perhatikanlah! Sekolah mereka tidak hanya mengajarkan ilmu-ilmu sains yang terbatas. Luar biasanya, mereka diajarkan bagaimana menjadi manusia yang utuh. Pendidikan ini semakin memanusiakan mereka sebagai manusia. Maka tidak heran kepribadian mereka begitu luhur, antusiasme mereka terhadap ilmu pengetahuan begitu tinggi, karena mereka tahu menjadi seorang yang berilmu adalah suatu yang mulia dan mengantarkan mereka kepada seorang yang bermanfaat bagi sesama.

            Universitas bukanlah tempat bagi para cendekia untuk meraih gengsi, bukan juga berorientasi pada pekerjaan tinggi. Perguruan tinggi benar-benar menjadi center of excellence yang selalu mengeluarkan inovasi-inovasi yang melayani dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

            Masyarakat di sana hidup dengan sederhana. Namun kebahagiaan dan kepuasan terpancar kuat dari raut setiap wajah mereka. Mereka sejahtera, saling mengasihi, dan itulah yang membuat mereka bahagia. Pemimpin mereka adalah pemimpin yang mencintai rakyatnya, dan oleh karena itu pula ia sangat dicintai oleh rakyatnya. Posisi pemimpin adalah posisi yang sangat mulia karena pekerjaannya adalah melayani masyarakat.

            Ah, terlalu banyak yang dapat kubayangkan tentang negeri elok ini. Tak kan pernah habis kata-kata untuk menggambarkannya.

Kawan… ingin kukatakan padamu, negeri ini, bernama Indonesia, sang Zamrud Khatulistiwa.

-sepenggal deskripsi Indonesia masa depan

 

VISI INDONESIA MASA DEPAN

Tahun 2009, merupakan tahun bersejarah bagi Negara Indonesia. Pada tahun ini sebuah bangsa menentukan masa depannya, minimal untuk 5 tahun ke depan. Pesta demokrasi terbesar diselenggarakan dalam rangka memilih anggota perwakilan rakyat dan pemimpin Negara (presiden) yang akan menentukan masa depan bangsa.

Seperti biasanya, seluruh calon dan partai politik secara “tiba-tiba” memiliki program-program dan janji-janji yang luar biasa hebat. Janji itu begitu “meyakinkan” dan mampu menghipnotis rakyat untuk memilih dan memercayai mereka.

Namun sayang, pesta demokrasi semacam ini bukanlah kali pertama diadakan di Negara berpenduduk lebih dari 200 juta manusia ini. Untuk kesekian kalinya partai politik dan calon pemimpin mengumbar janji, dan sudah berkali-kali pula terbukti bahwa janji-janji itu hanyalah janji-janji kosong tak berisi; melenakan, dan tidak memotivasi. Jangankan menjadi oase dalam panasnya gurun pasir, dianalogikan sebagai fatamorgana saja janji-janji itu rasanya tak lagi pantas.

Gegap gempita pesta demokrasi dan derasnya umbaran janji-janji terkadang membuat kita lupa akan kenyataan. Mari kita tengok sedikit realita bangsa kita akhir-akhir ini:

  • Indeks Pembangunan Manusia (United Nations): Peringkat 108 dari 177
  • Indeks Kualitas Hidup (The Economist): Peringkat 71 dari 111
  • Indeks Kebebasan Ekonomi (Heritage Foundation/The Wall Street Journal): Peringkat 110 dari 157.
  • Indeks Persepsi Korupsi (Transparancy International): Peringkat 130 dari 163.

(sumber:    http://jurnalhukum.blogspot.com/2007/06/visi-indonesia-2003.html,

                  http://id.wikipedia.org/wiki/Indeks_Kualitas_Hidup, dll)

 

 
   

Rasa-rasanya semua akan sepakat bahwa data di atas bukanlah fakta yang layak untuk dibanggakan. Indonesia mungkin masih berada dalam keterpurukan. Oleh karenanya kita harus bangkit! Dan untuk itu pertama kali kita harus memiliki optimisme dan keinginan yang kuat untuk merangkak naik menuju masa depan yang cerah.

first

Rakyat Indonesia saat ini tidak membutuhkan janji-janji kosong itu. Kita membutuhkan sebuah mimpi bersama. Mimpi tentang INDONESIA MASA DEPAN. Saat ini bukan saatnya bagi kita untuk berpangku tangan terhadap segelintir orang yang duduk di Senayan. Bukan saatnya pula kita bersikap egois dalam memikirkan masa depan kita pribadi sembari menafikkan keadaan masyarakat di sekeliling kita. Kita membutuhkan sebuah MIMPI bersama, yang diejawantahkan ke dalam GAGASAN, yang terINTERNALISASI kepada mayoritas masyarakat Indonesia, hingga mampu menumbuhkan MOTIVASI untuk begerak bersama-sama, menuju realisasi VISI INDONESIA MASA DEPAN.saring

Visi bersama ini dapat lebih kuat karena seluruh kepentingan akan terfasilitasi di sana. Ini bukanlah perang kepentingan antar partai. Bukan pula perang ideologi antar kelompok. Mimpi ini mengintegrasikan seluruh elemen bangsa, dan oleh karenanya, memacu kita untuk bersatu mencapai mimpi tersebut.

Gagasan visi ini pun bukan kali pertama hadir di Indonesia. Kita juga tahu bahwa sempat tercetus Visi Indonesia 2020, Visi Indonesia 2030, dan Rencana Strategis Jangka Panjang dari Pemerintah. Namun, visi-visi itu memiliki kelemahan mendasar, yaitu tidak mengakomodir seluruh kepentingan Bangsa dan tidak datang “langsung” dari rakyat sehingga menyebabkan visi yang ada tidak berujung pada motivasi bersama.

Namun tidak mengapa, segalanya butuh proses dan kesalahan-kesalahan tersebut sebaiknya kita jadikan pelajaran agar tidak kita ulangi di masa kini dan masa depan. Saat ini, sudah saatnya bagi Bangsa ini untuk bangkit! Sudah saatnya seluruh elemen bangsa bersatu! Mari kita berkumpul dalam suatu lapangan luas, meski dengan pakaian kita masing-masing, demi meneriakkan satu kalimat: MASA DEPAN INDONESIA!!!

Dan mahasiswa, dalam perannya yang strategis sebagai agent of change dan cendekiawan muda, yang memiliki berbagai bidang keilmuan dan bermacam latar budaya yang tersebar di seluruh Indonesia. Mahasiswa, dengan segala semangatnya, netralitasnya, dan dengan seluruh pesona revolusinya, sudah selayaknya untuk menginisiasi mimpi ini. Mendeskripsikan dalam VISI, dan mengejawantahkan dalam STRATEGI. Namun mereka tidak sendiri, mereka bergerak bersama seluruh elemen bangsa yang memiliki keinginan untuk mengawal Indonesia menuju kejayaannya di masa depan.

Kali ini, sudah seharusnya mahasiswa menjadi motor dan event organizer bagi perancangan VISI INDONESIA BARU. Dalam waktu intensif 2 atau 3 tahun, seluruh aspek dan elemen bangsa ini direncanakan secara detail. Ekonomi, globalisasi, teknologi, politik, sosial, ketahanan, pendidikan, kesehatan, budaya, dan lain sebagainya.

Seluruh upaya ini sudah selayaknya dimotori oleh kaum muda, terutama mahasiswa. Hingga pada saatnya nanti, ide mengenai VISI INDONESIA MASA DEPAN akan tersebar ke seluruh elemen masyarakat. Menggugah, memotivasi, dan merasuk ke dalam setiap jiwa-jiwa rakyat dan pemuda Indonesia.

las

Maka percayalah, saat itu terjadi, Indonesia sudah berada dalam jalur yang tepat menuju kejayaannya. Cepat atau lambat, Indonesia akan menjadi Negara indah sang Zamrud Khatulistiwa seperti tergambar pada deskripsi di awal essai. Dan dunia akan menyaksikan, bagaimana Macan Asia kembali bangkit perkasa!

Older Posts »

Categories