untuk Alfath #1: tentang Nama

Posted on

Alfath comp

Teruntuk anakku tersayang,

Hari ini tepat 1 bulan kau lahir ke dunia. Percayalah sayang, setiap hari bertambah, semakin bertambah pula rasa cinta Ayah dan Bunda kepadamu. Sungguh sejak Bunda mengandungmu, rasa syukur dan harap kami bercampur dan terus bertumbuh setiap waktu. Sejak mula, Ayah dan Ibu selalu berharap yang terbaik untukmu.

“Sesungguhnya pada hari kiamat kamu sekalian akan dipanggil dengan namamu dan nama ayahmu. Buatlah nama-namamu yang baik” (HR. Imam Abu Daud)

Rasul kita mengatakan bahwa nama adalah doa. Kami pun menyiapkan nama terbaik untukmu, sebagai sebuah doa dan harap agar nama ini membawa banyak kebaikan untukmu.

Setelah beberapa pekan sebelum engkau lahir, kami berdiskusi cukup panjang tentang alternatif nama yang terbaik, hingga kami bersepakat memberikanmu nama:

Alfath Archadya Wicaksana

Alfath berarti kemenangan. Alfath adalah surat ke 48 dalam Al-Quran. Alfath juga terinspirasi dari panglima muslim penakluk Konstatinopel: Muhammad Al Fatih. Maka dari pemberian nama ini, Ayah dan Bunda berharap engkau dapat menjadi seorang pejuang Allah yang mampu membawa kemenangan bagi dirimu, masyarakatmu, dan agamamu. Alfath juga merupakan representasi nama islam dalam namamu, yang merupakan jalan hidupmu hingga kau meninggal.

Archadya berasal dari kata Arkadia, salah satu kota di Yunani Eropa. Kota ini terkenal indah, hijau, dan tenang. Kami memberikan keunikan dalam huruf ‘ch’ dalam nama tengahmu, untuk memberikan makna unik dan berbeda. Jangan pernah takut menjadi berbeda, dalam sudut pandang yang positif. Karena pahlawan setiap zamannya merupakan orang-orang yang berbeda dari kebanyakan orang. Archadya juga memberikan representasi nama internasional, yang kami harapkan terwujud dalam wawasan dan kapasitas bersaing internasional yang akan kau raih.

Wicaksana artinya bijaksana. Sebuah nama dengan nuansa lokal dan garis keturunan yang kental. Kami berharap nama Wicaksana dapat menjadikanmu seorang yang bijaksana, memiliki kesadaran kondisi ke-kini-an dan ke-disini-an, serta memahami garis sejarah diri pribadimu. Pemahaman yang kuat akan diri dan budayamu sendiri akan menjadi keunggulan dirimu dalam memberikan kebermanfaatan bagi lingkunganmu.

Anakku Alfath Archadya Wicaksana tersayang,

Ayah dan Bunda berharap dengan nama Alfath Archadya Wicaksana, engkau akan bertumbuh menjadi seorang muslim taqwa, pejuang Allah yang bijaksana, tenang pembawaannya, indah perilakunya, kuat akar pemahamannya, luas wawasannya, bersifat unggul, dan pada akhirnya, memberikan kemenangan bagi dirimu, keluargamu, dan agamamu.

Semoga Allah mengijabah doa Ayah dan Bunda. Semoga engkau bisa menjadi penyejuk hati dan pandangan kami, dan pada akhirnya menjadi amal jariyah kami untuk menuju surga-Nya.

Hanya kepada Allah kami menyembah dan memohon pertolongan.

Salam cinta penuh kehangatan,
Ayah dan Bunda

Rabu, 4 Juni 2014

menggapai mula

Posted on

tidak mudah menjadi dia
pikirnya analitis, batinnya spekulatif
terkadang lelah dengan asumsinya sendiri
terlalu sering gamang dengan persangkaan pribadi

percabangan jalan terlalu beragam
alternatif yang dia buat terlampau diversif
ia lelah dengan pilihannya sendiri
ia menyerah atas pikirannya sendiri

tidak mudah menjadi dia
karena setiap pilihan terkadang menyakitkan
bagi dirinya atau yang di belakangnya

mungkin itulah kenapa pilihan menentukan masa depan
terkadang di titik ini, kita hanya perlu
menggapai mula
menjernihkan kembali semua asa

aku, kau, dan masa depan
hanya Tuhan yang tahu

diorama hujan

Posted on

time_for_rain_by_sternenfern-d4ypgcm

akhir-akhir ini hujan turun sangat deras, atau mungkin terlalu deras
tidak ada yang salah dengan hujan, karena ia hanya menjadi akibat atas berbagai sebab
walaupun ia tahu, ia menjadi sebab atas berbagai akibat
terlalu kompleks untuk dipikirkan, karena terkadang sesuatu hanya perlu dipahami; dirasakan

seperti sebuah diorama,
ada saat-saat dimana kita harus menjalankan peran, menjadi bagian dalam potongan perjalanan

sejarah adalah masa lalu, tidak bisa kita ubah
sedang masa depan masih abu-abu,
tapi bukankah itu yang kita punya
untuk mengukir jejak manis di setiap langkah

aku, kau, dan masa depan
hanya Tuhan yang tahu

Change Your Lens, Change Your World

Posted on Updated on

reflection_by_hacicavcav

 

ada saat-saat dimana kita merasa dunia ini terlalu kompleks dan membingungkan. ada saat-saat dimana kejadian-kejadian di sekeliling kita membuat kita bertanya-tanya kenapa. terkadang, bisa jadi kita hanya perlu mengubah cara kita memandang. mengganti lensa kacamata kita dalam melihat kehidupan, dan kemudian, kita akan melihat dunia yang berbeda.

.

Change Your Lens, Change Your World

 

menuju sempurna

Posted on

rain-photography-pictures-L-cmw64B

tidak lama lagi, waktu akan menunjukkan satu ketulusan
dalam waktu yang tidak terlalu panjang, kau akan melihat ia kembali
walau tanpa janji, ia kembali untuk memenuhi semua harapan yang terpatri

pada saat itu, bersandarlah padaku
rasakan hatiku
yang bersyukur dan berterima kasih,
telah bersedia menyempurnakan dan melengkapi diri ini

insya Allah..

a little note for myself

Posted on Updated on

couple

Kita seringkali menganggap pernikahan itu adalah peristiwa hati. Padahal sesungguhnya pernikahan adalah peristiwa peradaban. Ini bukan cuma tentang 2 manusia yang saling mencinta lalu mengucap akad. Ini peristiwa peradaban yang mengubah demografi manusia

Pernikahan adalah sayap kehidupan. Rumah adalah benteng jiwa. Jika di rumah kita mendapat energi memadai, di luar rumah kita akan produktif. ‘Sakinah’ bukan cuma ‘tenang’. Ia berasal dari kata ‘sakan’ yang artinya ‘diam/tetap/stabil’. Maka ia tenang karena stabil, bukan lalai. Sakinah: ketenangan yang lahir dari kemantapan hati. Manusia jadi tenang saat kebutuhan-kebutuhannya terpenuhi secara komprehensif. Alquran jelaskan: ‘Kami jadikan air sebagai sumber kehidupannya’. Air (mani): sumber stabilitas dan produktifitas.

Hakikat pernikahan tidak bisa dipelajari dari manapun. Learning by doing. Islam arahkan menikah muda agar penasaran itu cepat terjawab. Agar setelah ‘rasa penasaran’ itu terjawab, perhatian seseorang bisa lebih banyak tercurah dari urusan biologis ke intelektualitas-spiritualitas. Tidak perlu takut terhadap beban hidup, yang perlu dilakukan hanya mengelolanya. Sebab pelaut ulung pun lahir setelah melewati gelombang-gelombang samudera

Yang bisa membuat kita melewati gelombang itu adalah persepsi awal yang benar tentang cinta.

Cinta: dorongan untuk terus memberi pada yang kita cintai.

Hubungan yang terbina bukan hanya hubungan emosional, tapi juga spiritual-rasional. Karena keluarga ini adalah basis sosial terkecil untuk membangun peradaban

 

~ dapat dari teman. katanya salah satu khutbah nikah dari ustad Anis Matta

terbang mimpiku

Posted on Updated on

balon

seperti melepas rangkaian balon gas..

setiap pelepasannya memendam rindu, membuncah harap..

setiap jenak waktu membawamu terbang semakin tinggi,

meresapkan rasa yang semakin dalam di hati..

 

maka kulepas satu per satu..

untukmu.. yang menjelma dalam syairku

kuterbangkan mimpi-mimpi itu

dan lihatlah mimpi itu menjadi nyata

yang kan mengganti ragu menjadi percaya..

 

#everything is going to be fine, insya Allah..